truk bantuan rusiaKiev, LiputanIslam.com — Pemerintah Ukraina akhirnya mengakui secara resmi bantuan kemanusiaan Rusia yang saat ini telah berada di perbatasan kedua negara dan menimbulkan ketegangan politik antara keduanya.

Sebelumnya Ukraina dan negara-negara barat mencurigai bantuan itu sebagai bentuk awal dari intervensi Rusia terhadap Ukraina.

Sebagaimana dilaporkan BBC News, Minggu (17/8), Mensos Ukraina Lyudmila Denisova telah menandatangani surat resmi pengakuan terhadap bantuan kemanusiaan Rusia sebagai bagian dari program bantuan Palang Merah Ingternasional.

“Terkait dengan Pasal 4 dan 5 UU Bantuan Kemanusiaan Ukraina, mempertimbangkan inisiatif Presiden Petro Poroshenko dalam menerima bantuan kemanusiaan dalam kerangka bisi kemanusiaan internasional di bawah kendali Palang Merah Internasional untuk mengakui pengiriman (Rusia) itu sebagai bantuan kemanusiaan,” demikian isi surat keputusan tersebut.

Para pejabat Rusia dan Ukraina pada hari Minggu (17/8) setuju untuk melakukan inspeksi atas 16 truk pertama Rusia yang masuk ke Ukraina dari 280 truk yang dikirimkan Rusia. Demikian keterangan pejabat Palang Merah Internasional (ICRC).

Selanjutnya ICRC mengawasi pengiriman bantuan itu setelah mendapatkan jaminan keamanan dari pihak-pihak yang bertikai.

Bantuan Rusia terdiri dari 12 jenis barang dengan berat total mencapai 1.856 ton. Demikian pejabat Ukraina dan ICRD mengkonfirmasi.

Ukraina menetapkan status bantuan tersebut setelah Rusia mengirim petisi kepada pemerintah Ukraina untuk mengijinkan bantuan itu masuk ke Ukraina setelah tertahan di perbatasan sejak tanggal 14 Agustus lalu.

“Masih ada satu tantangan besar, tentu saja. Kami sangat membutuhkan jaminan keamanan dari semua pihak yang terlibat sebelum mulai bergerak,” kata pejabat ICRC kepada media massa, Sabtu (16/8).(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL