ukraine-15.siDonetsk, LiputanIslam.com — Pasukan Ukraina mulai melancarkan operasi penumpasan terhadap pemberontakan yang terjadi di kota-kota Ukraina timur. Dalam operasi itu, Selasa (15/4), militer Ukraina merebut satu pangkalan udara di kota Kramatorsk. Empat orang dikabarkana tewas dan beberapa lainnya luka-luka.

“Mereka awalnya melakukan negosiasi dengan milisi yang menguasai lapangan udara itu. Kemudian terjadi tembak-menembak. Ada sejumlah orang yang terluka di antara milisi, dan mungkin juga ada yang tewas,” kata seorang penduduk yang berada di dekat lapangan terbang tersebut.

Para milisi pemberontak pun meninggalkan lapangan terbang itu. Namun mereka mengaku masih menguasai kota.

“Kami terpaksa meninggalkan lapangan terbang, namun kota masih berada di bawah kendali kami. Kami tidak akan mengijinkan mereka memasuki kota,” kata anggota milisi pemberontak lainnya kepada Interfax.

Menurut keterangan militer Ukraina, sejumlah pesawat tempur dan helikopter terlibat dalam aksi serangan terhadap lapangan terbang tersebut.

Menurut keterangan para milisi terdapat sekitar 60 kendaraan lapis baja termasuk 15 tank yang terlibat dalam operasi tersebut.

Pada saat yang sama, militer Ukraina juga menyerbu kota Slavyansk yang dipertahankan oleh para milisi pemberontak.

“Saat ini sedang terjadi operasi militer besar di Slavyansk, kendaraan-kendaraan pengangkut pasukan mulai memasuki kota. Ada banyak pasukan (Ukraina). Orang-orang siap untuk mempertahankan kota. Ada banyak peralatan militer di sini, namun tembak-menembak belum dimulai,” kata seorang komandan milisi kepada Interfax.

Setelah terjadinya aksi-aksi pembangkangan di kota-kota Ukraina timur yang berdekatan dengan perbatasan Rusia, pada hari Senin (14/4) Presiden rezim Ukraina Aleksandr Turchinov menandatangani dekrit “operasi khusus anti-terorisme” untuk menumpas aksi-aksi tersebut. Ukraina juga menuduh Rusia terlibat dalam aksi-aksi pembangkangan tersebut.

Rusia mengecam langkah Ukraina sebagai tindakan “kriminal” dan mengingatkan Ukraina bahwa langkah tersebut akan memicu terjadinya perang sipi di Ukraina.(ca/russia today)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*