parade rusiaKiev, LiputanIslam.com — Pertempuran terjadi di kota Mariupol, Ukraina timur, Jumat (9/5), ketika pasukan Ukraina dengan menggunakan tank-tank dan senjata berat menyerbu gedung kementrian dalam negeri yang dijaga oleh polisi lokal yang membangkang. Pasukan Ukraina dikabarkan juga menembakkan senjatanya kepada warga sipil yang mencoba mencegah penyerbuan.

Terdapat perbedaan laporan tentang jumlah yang tewas dan terluka akibat serbuan tersebut. Rezim di Kiev menyebut 20 aktifis anti-Ukraina tewas dan 4 orang ditangkap. Namun pemerintah lokal Provinsi Donetsk menyebut 3 orang warga tewas dan 25 lainnya luka-luka.

Sumber-sumber aktifis anti pemerintah Ukraina menyebut, sejumlah besar warga yang hendak mengikuti parade Victory Day, mengalihkan perhatiannya ke gedung kementrian dalam negeri dimana sekelompok polisi lokal yang membangkang, menolak menyerahkan senjatanya. Warga pun berbondong-bondong hendak melindungi para polisi tersebut sembari berteriak “Fascist!” kepada pasukan Ukraina. Saat itu sebuah kendaraan lapis baja Ukraina menembakkan senjata ke arah warga.

Menurut situs berita lokal “0629.ua”, sebuah tank Ukraina berhasil direbut oleh milisi lokal.

Warga kota Mariupol telah memasang barikade di jalanan yang terdiri dari ban-ban yang dibakar hingga mobil-mobil yang dibalikkan.

“Pada jam 12.50, 14 tank terlihat masuk dari luar kota ke kota Mariupol. Menurut laporan petugas medis, ada 2 orang yang meninggal dan 8 orang luka-luka,” tulis “0629.ua” dalam laporannya. Situs ini juga melaporkan, gedung kementrian dalam negeri dilanda kebakaran akibat pertempuran.

Saksi-saksi juga melaporkan, pasukan Ukraina menangkap 3 orang polisi yang membangkang, namun penduduk lokal berhasil membebaskannya.

 

Parade Militer Akbar Rusia
Pada saat negara tetangganya Ukraina dilanda pertempuran, Rusia menggelar parade militer akbar yang disebut “Victory Day” sebagai peringatan kemenangan Rusia atas pasukan Nazi Jerman dalam Perang Dunia II 69 tahun lalu.

Seolah memberi pesan terhadap perkembangan di Ukraina yang menyeret Rusia, parade tahun ini diselenggarakan jauh lebih besar. Tidak kurang dari 11.000 personil militer, 149 kendaraan militer dan 69 pesawat tempur terlibat dalam pawai yang digelar di Lapangan Merah, Moskow. Parade ini dikomandani langsung oleh Menhan Sergei Shoigu.

“Negara kitalah yang mengejar Nazi ke sarangnya dan menghancurkan mereka, menang dengan pengorbanan jutaan korban. Kita akan terus menjaga kemuliaan ini, kebenaran abadi, dan tidak akan membiarkan para pahlawan dilupakan dan dikhianati,” kata Presiden Vladimir Putin dalam pidatonya.

Parade juga menampilkan senjata-senjata tercanggih Rusia, seperti sistem pertahanan udara S-400, rudal balistik antar benua Topol-M, rudal taktis balistik Iskander-M, tank T-90, kendaraan tempur KamAZ-63968 ‘Typhoon’, rudal anti-pesawat Tor-M2U, rudal anti-tank Khrizantema-S dan artileri otomatis 2S19M2 Msta-S.

Namun berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini tidak ada kendaraan militer asli Perang Dunia II yang ikut berparade. Panitia memutuskan untuk menyimpannya dan baru digunakan dalam parade militer tahun depan, bertepatan dengan “Victory Day” ke 70.(ca/russia today)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL