tank rusiaKiev, LiputanIslam.com — Ukraina menuduh tank-tank dan kendaraan militer Rusia telah menerobos masuk wilayah Rusia saat tengah terjadi pertempuran di Sloviansk, Ukraina timur, Kamis (12/6).

Mendagri Ukraina Arsen Avakov mengatakan, kemarin, tank-tank Rusia dan beberapa kendaraan militer masuk wilayah Ukriana melalui pos penjagaan yang dikuasai milisi separatis di Provinsi Luhansk. Namun Avakov mengklaim pasukan Ukraina berhasil menghalau tank-tank itu pergi.

Avakov menyebutkan bahwa tank-tank Rusia memasuki wilayah Ukraina bersama kendaraan pengangkut pasukan lapis baja dan artileri Rusia di wilayah Dyakove, Provinsi Luhansk sebelum kemudian masuk lebih jauh ke Provinsi Donetsk. Dari sana, tank-tank itu bergerak menuju kota Snizhne. 2 tank selanjutnya bergerak ke kota Horlivka dimana mereka berhadapan dengan pasukan Ukraina.

“Pertempuran masih berlangsung. Saya belum mengetahui hasilnya, namun sebagian dari konvoi kendaraan militer itu berhasil kami hancurkan,” katanya.

2 rekaman video yang diunggah di YouTube yang belum terverifikasi memperlihatkan sebuah tank berjalan di jalanan kota Snizhne. Kemungkinan tank tersebut adalah tank Rusia yang dituduhkan Avakov.

Belum ada keterangan dari kelompok separatis tentang kebenaran intervensi militer Rusia ini. Namun jubir separatis mengatakan kepada Ria-Novosti bahwa pihaknya tengah bertempur menghadapi 40 tank Ukraina di utara kota Luhansk. Tank-tank Ukraina tersebut, klaim kelompok separatis, berhasil ditahan di Desa Makarovo.

Sementara itu kantor berita BBC melaporkan Kamis petang (12/6) bahwa Presiden Ukraina Petro Poroshenko telah menyatakan protes keras kepada Presiden Vladimir Putin melalui percakapan telepon atas insiden tank-tank tersebut.

Tidak disebutkan bagaimana reaksi Putin atas tuduhan itu, tapi kemenlu Rusia menyebut tuduhan tersebut sebagai “informasi palsu yang lain”.

Sebelumnya Rusia telah menuduh Poroshenko tidak memenuhi janjinya untuk menghentikan serangan militer di Ukraina timur. Rusia juga mendesak Ukraina untuk melakukan penyelidikan atas tuduhan pasukan Ukraina menggunakan bom-bom berdaya bakar tinggi yang dilarang PBB terhadap warga sipil.

“Kegagalan menghentikan operasi militer menjadi perhatian yang semakin serius,” kata Menlu Rusia Sergei Lavrov.

BBC juga melaporkan bahwa sebuah bom menghancurkan mobil milik pemimpin separatis Denis Pushilin di kota Donetsk, Kamis petang (12/6). Namun Pushilin tidak berada di dalam mobilnya saat bom itu meledak. Meski demikian 4 orang yang berada di sekitar mobil itu mengalami luka-luka.(ca/russia today/bbc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL