lavrov-kerryMoskow, LiputanIslam.com — Rusia mengingatkan Amerika atas apa yang disebutnya sebagai “langkah-langkah ceroboh” (hasty and reckless steps) atas krisis di Ukraina, yang bisa menghancurkan hubungan kedua negara. Peringatan tersebut disampaikan Menlu Rusia Sergei Lavrov dalam percakapan telepon dengan mitranya dari Amerika, John Kerry, Jumat (7/3).

Di antara langkah ceroboh tersebut, Lavrov menyebutkan, di antaranya adalah rencana pemberian sanksi yang akan merugikan Amerika sendiri.

“Sanksi-sanksi yang akan memukul Amerika sendiri seperti bumerang,” kata Lavrov kepada Kerry.

Percakapan telepon tersebut terjadi setelah keduanya gagal mencapai kesepakatan atas krisis Ukraina pada pertemuan keduanya di sela-sela konperensi internasional tentang Libya yang diselenggarakan di Roma, hari Kamis (6/3).

Sebagaimana diketahui, Amerika telah melakukan langkah-langkah serius terkait krisis Ukraina yang langsung maupun tidak ditujukan untuk “mengertak” Rusia, dan hal itu dianggap Rusia sebagai “langkah-langkah ceroboh”. Selain ancaman sanksi ekonomi, di antaranya penerapan pembatasan visa terhadap para pejabat Rusia. Amerika juga telah mengirimkan pesawat-pesawat tempur ke Polandia dan negara-negara sekutunya yang berdekatan dengan Rusia, selain kapal-kapal perang ke Laut Hitam.

Sebagai raspon atas langkah-langkah tersebut, Rusia telah menuduh Amerika melakukan tindakan “standar ganda” dalam krisis Ukraina. Kemenlu Rusia dalam pernyataan hari Jum’at (7/3) juga menegaskan bahwa Rusia tidak akan tunduk kepada ancaman-ancaman sanksi yang diberikan barat terkait krisis Ukraina, dan akan membalas setiap sanksi yang diberikan.

“Rusia tidak bisa menerima bahasa-bahasa semacam sanksi-sanksi dan ancaman-ancaman, namun jika hal itu diimplementasikan mereka tidak akan dibiarkan tanpa balasan,” demikian bunyi pernyataan Kemenlu Rusia.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*