muzychko-shot-dead-4Kiev, LiputanIslam.com — Ukraina memanas setelah tewasnya salah satu komandan kelompok neo-Nazi Right Sector, Aleksander Muzychko, dalam aksi tembak-menembak di kota Rovno, Senin malam (24/3). Pimpinan tertinggi kelompok ini, Dmitry Yarosh menyatakan akan melakukan pembalasan.

“Kami tidak bisa tinggal diam atas tindakan Kementrian Dalam Negeri yang kontra-revolusioner. Dalam hal ini kami menuntut pemecatan terhadap Mendagri Arsen Avakov dan penangkapan terhadap komandan satuan khusus Sokil dan siapa saja yang turut serta dalam pembunuhan Muzychko,” kata Dmytro Yarosh dalam konperensi pers yang digelar usai tewasnya Muzychko, di Kiev, hari Selasa (25/3).

“Pembunuhan atas saudara seperjuangan kami, Aleksander Muzychko, inilah apa yang kita ketahui tentang peristiwa Senin malam,” kata Yarosh.

Menanggapi ancaman tersebut Deputi Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Ukraina, Viktoria Syumar, melalui konperensi pers yang digelar hari Selasa (25/3) balik mengancam. Ia manyebut ancaman yang dikeluarkan oleh Yarosh sebagai “melanggar hukum serta mengancam stabilitas Ukraina.”

Sementara itu Wakil Mendagri Volodymyr Yevdokymov mengancam akan melakukan tindakan yang “keras dan tepat” terhadap Right Sector dan kelompok-kelompok militan lainnya.

“Jangka waktu bagi kelompok-kelompok bersenjata untuk menyerahkan senjatanya telah kadaluwarsa, dan sejak saat ini semua kelompok bersenjata akan dianggap sebagai ilegal dan penegakan hukum akan diterapkan terhadap mereka. Saya ingin mengatakan kepada Right Sector, White Sector, dan lainnya: tenggat waktu penyerahan senjata telah lewat. Kami akan menganggap semua kelompok bersenjata dan mereka yang berorientasi melanggar hukum sebagai pelaku pelanggaran hukum, dan semua tindakan kami akan sesuai dengan kerangka kerja, yang keras dan tepat,” kata Yevdokymov.

“Semua ancaman kepada Mendagri, setiap ancaman penggunaan kekerasan adalah tindakan melanggar hukum dan mengancam stabilitas di Ukraina, termasuk di Kiev, terutama di mana saja Right Sector beradsa,” tambah Yevdokymov. Pernyataan ini mengingatkan ancaman yang dilakukan oleh Yarosh kepada Mendagri beberapa waktu setelah tergulingnya Yanukovych. Yarosh mengancam akan “menembak Mendagri Arsen Avakov seperti anjing”.

Yevdokymov selanjutnya memberikan keterangan rinci tentang penembakan Aleksander Muzychko. Ia menyebutkan setelah anggota-anggota kelompok kriminal menteror wilayah provinsi Rovno dan beberapa provinsi lainnya, pada tgl 8 Maret dilakukan penyelidikan terhadap Muzychko. Selanjutnya pada tgl 12 Maret Muzychk ditetapkan sebagai buronan. Selanjutnya, dalam sebuah operasi penangkapan di sebuah kafe di Rovno, Myzychko tertembak.

“Ketika ditangkap, ia masih hidup, hingga kemudian petugas ambulan yang menanganinya menyatakan ia meninggal,” kata Yevdokimov.

Yevdokimov menambahkan, 3 pengawal Myzychko turut ditangkap dalam operasi tersebut dan sebuah senjata laras panjang disita.

“Fakta-fakta atas tindakan-tindakan pelanggaran hukum sangat (Myzychko) sangat banyak,” kata Yevdokimov.(ca/voice of russia)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL