Ukrainian-military-convoy-near-DonetskKiev, LiputanIslam.com — Hanya sehari setelah berakhirnya gencatan senjata Senin kemarin (30/6), militer Ukraina melancarkan serangan penuh terhadap kelompok separatis Ukraina timur.

Basis-basis separatis pun mendapat serangan gencar dari pesawat-pesawat tempur dan artileri, Selasa (1/7). Demikian laporan BBC.

Senin malam (30/6) atau beberapa jam sebelum dimulainya serangan setelah berakhirnya gencatan senjata, Presiden Ukraina mengatakan “elemen-elemen kriminal telah menghancurkan kesempatan perdamaian.”

Sementara itu Presiden Rusia Vladimir Putin mengecam serangan tersebut dan menyatakan tekadnya untuk melindungi etnis Rusia yang merupakan kelompok mayoritas di Ukraina timur yang berbatasan dengan Rusia.

Ketua Parlemen Ukraina Oleksander Turchynov, dalam pidatonya di hadapan parlemen, Selasa (1/7),  mengatakan, “Saya informasikan kepada Anda bahwa pagi ini fase aktif dari operasi anti-teroris telah dimulai lagi.”

“Pasukan-pasukan kita melakukan serangan terhadap pangkalan-pangkalan dan pos-pos penjagaan teroris,” tambahnya.

Presiden Poroshenko dalam pidato yang disiarkan televisi, Senin malam, juga mengatakan, “Kita akan menyerang, kita akan membebaskan wilayah kita.”

Poroshenko mengeluarkan pidato keras tersebut di tengah-tengah tekanan kelompok-kelompok radikal yang menggelar aksi demonstrasi mendesak pemerintah Ukraina melanjutkan operasi militer di Ukraina timur.

Kementrian luar negeri Rusia mengecam serangan tersebut dan menyerukan Ukraina untuk melakukan “gencatan senjata nyata dan bukan bohong-bohongan”

Sementara Vladimir Putin, hari Selasa (1/7) menegaskan bahwa ia akan melanjutkan langkah-langkah untuk melindungi etnis Rusia dengan segala bentuk, mulai dari bantuan kemanusiaan hingga “pertahanan diri”.

“Berada di bawah ancaman di Ukraina adalah saudara-saudara kita, rakyat Rusia, rakyat yang merasa merasa sebagai bagian dari dunia Rusia,” kata Putin.

Putin menuduh Poroshenko hanya bisa mengeluarkan ancaman-ancaman, dan barat telah menggunakan krisis Ukriana sebagai alat untuk mendestabilkan kawasan demi menahan kemajuan Rusia.

Sementara itu para separatis pun menyatakan kesiapannya untuk menghadapi serangan Ukriana. Pemimpin kelompok separatis Luhansk People’s Republic, Vasiliy Nikitin, mengatakan kepada kantor berita Interfax bahwa:

“Semua seruan kepada pejuang-pejuag kami untuk meletakkan senjata hanya bisa didiskusikan setelah Ukraina menarik semua pasukannya.”(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL