milisi lariKiev, LiputanIslam.com — Pemerintah Ukraina mengklaim telah merebut kembali 2 kota lagi dari kelompok militan separatis setelah sebelumnya berhasil menguasai kota Slovyansk.

Sebagaimana dilaporkan BBC hari ini (7/7) dengan mengutip situs resmi Presiden Petro Poroshenko menyebutkan, 2 kota yang berhasil direbut pasukan Ukrina itu adalah Artyomivsk dan Druzhkivka. Ini hanya berlangsung sehari setelah militer Ukraina berhasil merebut kota Slovyansk yang merupakan salah satu basis pemberontakan kelompok separatis.

Sementara itu hari Minggu kemarin (6/7) sejumlah besar warga melakukan aksi demonstrasi mendukung separatisme di ibukota Provinsi Donetsk, yang bersama Provinsi Lugansk telah memproklamirkan pemisahan diri dari Ukraina.

Milisi-milisi separatis dikabarkan telah memperkuat diri di Donetsk dan dilaporkan telah menyerang markas-markas penjara untuk merebut senjata.

Reporter BBC di Kiev menyebutkan bahwa kota Artyomivsk and Druzhkivka tidak dianggap sebagai kota strategis sebagaimana Sloviansk, namun pengambil-alihan keduanya mengindikasikan bahwa kini angin tengah bertiup ke arah pasukan pemerintah Ukraina.

Namun separatis masih menguasai kota terpenting, Donetsk dan Lugansk.

Seorang pejabat militer Ukraina mengatakan kepada BBC bahwa kedua kota itu pada akhirnya akan berada di dalam kepungan pasukan Ukriana hingga para anggota kelompok seperatis menyerah.

“Ada satu rencana strategis yang sangat jelas yang telah disetujui, yaitu kota-kota itu akan diblokade sepenuhnya,” kata pejabat yang tidak bersedia disebut namanya itu.

Pada hari Sabtu pagi kelompok separatis meninggalkan Artyomivsk dan Druzhkivka yang mereka rebut dari pemerintah 3 bulan lalu.

Selain kota Donetsk dan Lugansk, pemberontak separatis masih masih menguasi sejumlah besar peralatan tempur di samping jumlah mereka yang masih cukup signifikan. Beberapa kota lainnya juga masih berada di bawah kontrol mereka.

Para pemberontak juga menyatakan tekadnya untuk bertempur hingga titik darah penghabisan.

Dalam pawai yang digelar di Donetsk, hari Minggu (6/7) ribuan anggota milisi separatis dan dielu-elukan oleh ribuan penduduk sembari mengibar-ngibarkan bendera Rusia dan bendera Republik Rakyat Donetsk.

Sebagian peserta pawai memanggil-manggil nama Vladimir Putin untuk bertindak membantu mereka.

Para saksi mata melaporkan, para pemberontak yang meninggalkan Slovyansk terlihat memasuki kota Donetsk, hari Minggu. Sebagian dari mereka masih memakai pakaian samaran.

Pavel Gubarev, pemimpin separatis Donetsk mengatakan di hadapan orang-orang: “Kita akan memulai perang partisan yang sebenarnya di sekitar kota Donetsk. Kita akan menyeret mereka ke dalam kubangan darah.”

Dalam perkembangan lain kepala urusan penjara Ukraina mengatakan bahwa separatis telah menyerang dan menghancurkan markas penjaga penjara di Donetsk dan merebut senjata para penjaga. Namun para penjaga dan staff berhasil dievakuasi.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL