Armed Russian troops wait in convoyKiev, LiputanIslam.com — Televisi Ukraina 24 hari ini (16/3) menyiarkan gambar tentang pengiriman pasukan Ukraina ke perbatasan dengan Rusia.

Dengan judul “perlengkapan militer tengah dikirimkan ke perbatasan Rusia”, diperlihatkan serangkaian kereta api militer yang mengangkut sejumlah tank-tank dan kendaraan pengangkut militer yang bergerak ke perbatasan, namun tidak dijelaskan lokasi gambar tersebut diambil.

Dalam gambar lainnya diperlihatkan kereta api militer tersebut berhenti di sebuah stasiun yang tidak tidak disebutkan nama tempatnya. Dalam gambar kedua ini pun dituliskan judul sekuelnya: “perlengkapan militer tengah dikirimkan ke perbatasan Rusia, juga.”

Sumber-sumber media lainnya menyebutkan bahwa kereta api tersebut tiba di stasiun kota Kondrashevskaya Novaya, 10 kilometer dari kota Lugansk, pada hari Sabtu (15/3). Disebutkan bahwa penduduk sekitar kota telah memblokade kereta api tersebut dengan peralatan berat dan berusaha menjungkalkan kereta api tersebut dari jalurnya, sementara personil militer yang berada di atasnya tidak memberikan perlawanan berarti.

Lebih Separo Penduduk Krimea Ikuti Referendum

Sementara itu hari Minggu (16/3) menjadi hari bersejarah bagi penduduk wilayah otonomi Krimea ketika mereka melaksanakan referendum untuk menentukan apakah mereka tetap bergabung dengan Ukraina atau memilih menjadi bagian Federasi Rusia.

Menurut komisi pemilihan umum setempat, jumlah penduduk yang mengikuti referendum mencapai 54%. Beberapa pengamat memperkirakan pemilih pro-Rusia akan memenangkan referendum, namun hasil penghitungan suara baru akan diumumkan tanggal besok (17/3).

Selain di Simferopol yang merupakan ibukota administratif Krimea, antusiasme penduduk menyambut referendum sangat terasa di kota terbesar Sevastopol, tempat bermarkasnya Armada Laut Hitam Rusia. Di kota berpenduduk 350 ribu yang mayoritas berbahasa Rusia itu, orang-orang mengibar-kibarkan bendera di rumah-rumah, kantor-kantor dan di kendaraan-kendaraan bermotor.(ca/voice of russia)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*