pemberontak ukrainaKiev, LiputanIslam.com — Pemerintah Ukraina dan kelompok separatis pro-Rusia, hari Rabu (17/12), sepakat untuk membuka kembali perundingan perdamaian. Pertemuan pada Minggu di ibukota Belarussia, Minsk, itu diumumkan beberapa jam setelah Kanselir Jerman Angela Merkel menelpon Presiden Rusia Vladimir Putin.

Sebagaimana dilansir kantor berita Rusia RIA Novosti, perbincangan kedua pemimpin yang pertama sejak beberapa pekan ini kemudian diikuti juga oleh Presiden Ukraina Petro Poroshenko dan Presiden Prancis Francois Hollande.

Negara-negara Barat mencatat adanya pelunakan sikap diplomatik Rusia di tengah munculnya krisis paling buruk dan berpotensi akan berlangsung lama sejak 15 tahun Putin berkuasa. Anjloknya nilai mata uang rubel memicu spekulasi akan terjadi penarikan dana besar-besaran dari bank yang akan merusak reputasi Putin sebagai pemimpin bijak dan meyakinkan, yang bisa menjamin stabilitas setelah negara itu dilanda kekacauan menyusul ambruknya komunisme.

Sementara itu seorang anggota senior kelompok pemberontak memastikan bahwa pembicaraan damai yang akan melibatkan utusan Eropa dan Rusia itu akan digelar untuk pertama kalinya sejak pertemuan serupa pada 5 September yang menghasilkan gencatan senjata yang lemah.

“Akan ada pertemuan di Minsk namun agendanya belum disepakati sepenuhnya,” kata komandan pemberontak Donetsk Alexander Zakharchenko kepada Rusia RIA Novosti.

Pemberontak lain mengatakan konferensi tersebut tertunda akibat penolakan Kiev untuk membicarakan penundaan pembayaran pensiun dan hak-hak sosial lain di kawasan yang dikuasai pemberontak.

“Pihak Ukraina secara khusus menolak berbicara mengenai pencabutan blokade ekonomi dan isu-isu ekonomi lain,” kata Denis Pushilin kepada AFP.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL