ukRAINE CORRIDORDonetsk, LiputanIslam.com — Presiden Ukraina memerintahkan dibukanya jalur evakuasi bagi penduduk sipil untuk meninggalkan wilayah konflik di Ukraina timur.

Dalam pernyataan yang dirilis hari Selasa (10/6), Presiden Ukraina menyatakan bahwa seluruh kementrian telah diperintahkan untuk menciptakan “kondisi yang diperlukan bagi warga sipil untuk pergi”.

Sampai sekarang pejabat-pejabat Ukraina menyebutkan lebih dari 200 orang tewas selama operasi militer digelar di Ukraina timur.

Langkah yang diambil Poroshenko tersebut adalah sesuai salah satu permintaan Presiden Rusia Vladimir Putin saat keduanya bertemu di sela-sela peringatan Perang Dunia II di Perancis minggu lalu. Namun Poroshenko tetap menolak permintaan Rusia untuk mengijinkan bantuan Rusia masuk ke Ukraina timur, karena khawatir akan digunakan untuk menyelundupkan senjata bagi para pemberontak separatis.

Dalam pidato pelantikannya hari Sabtu (7/6) atau sehari setelah pertemuan dengan Putin, Poroshenko mengatakan bahwa Ukraina akan memberikan akses keluar bagi militan dari Rusia untuk meninggalkan Ukraina.

Sebagaimana diketahui, sebagian dari milisi Ukraina timur yang mengangkat senjata melawan pemerintah Ukraina, berasal dari Rusia.

Presiden Ukraina juga telah memerintahkan disediakannya alat transportasi, makanan dan obat-obatan bagi para pejabat lokal untuk menangani perpindahan penduduk ke wilayah lain di Ukraina.

Langkah Ukraina ini juga dianggap sebagai upaya untuk mengurangi kecaman kelompok-kelompok HAM yang mengecam penggunaan senjata berat seperti tank dan pesawat tempur terhadap kelompok milisi.

Saat berpidato menyambut kemenangan pemilihan presiden tanggal 25 Mei lalu, Poroshenko mengatakan bahwa ia menginginkan untuk mengakhiri konflik bersenjata di Ukraina timur dalam waktu 2 minggu setelah dilantik. Namun beberapa jam kemudian pertempuran justru semakin gencar dimana militer Ukraina yang menggunakan pesawat tempur menggempur bandara Donetsk yang diduduki para separatis.

Selain kota-kota Donetsk dan Luhansk yang merupakan pusat dari gerakan separatis, Sloviansk dan Kramatorsk merupakan wilayah lain yang paling sering terjadi bentrokan bersenjata antara militer Ukraina dengan milisi separatis.

Presiden Ukraina telah memerintahkan diadakan rapat pertemuan harian untuk membahas perkembangan di Ukraina timur yang diikuti pula oleh wakil-wakil dari Rusia dan Organization for Security and Co-operation and Europe (OSCE).(cA/BBC)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL