sniperKiev, LiputanIslam.com — Rezim baru Ukraina berupaya mengalihkan tuduhan sniper maut berasal dari pihak demonstran, ke pihak Rusia. Demikain laporan wartawan Associated Press Mike Eckel berjudul “Russia, Ukraine feud over sniper carnage”, hari Sabtu (8/3).

“Mereka telah mengalihkan fokus dari rezim presiden terguling Viktor Yanukovy ke rezim Vladimir Putin, berdasar teori bahwa Kremlin bermaksud menciptakan tragedi sebagai dalih untuk melakukan serangan militer,” tulis Eckel dalam laporan itu.

Hal ini ditunjukkan oleh pernyataan beberapa pejabat rezim baru Ukraina yang menuduh Rusia sebagai pelaku penembakan di Maidan yang menewaskan puluhan orang dan melukai ratusan lainnya.

“Menurut saya ini bukan saja rezim lama (Yanukovych) yang melakukan provokasi, namun juga melibatkan pasukan khusus Rusia yang bekerja dan menjaga ideologi rezim lama,” kata menteri kesehatan Ukraina Oleh Musiy.

Pernyataan yang sama juga diberikan oleh Mendagri Arsen Avakov, hari Selasa (4/3), yang mengatakan, “saya hanya bisa mengatakan satu hal, bahwa faktor kunci dari kerusuhan yang telah menumpahkan darah di Kiev dan telah membalikkan negeri ini dan mengguncangkannya, adalah pihak ketiga, dan itu bukan orang Ukraina.”

Ukraina dikabarkan tengah membentuk sebuah tim penyidik untuk menyelidiki sniper maut selama aksi-aksi demonstrasi penggulingan presiden terpilih Victor Yanukovicy, setelah merebaknya rumor yang menyebutkan adanya penembak-penembak jitu yang dibayar oleh pihak oposisi untuk menjungkalkan Presiden Yanukovych. Rumor itu berhembus kencang setelah adanya kebocoran rekaman pembicaraan antara Menlu Estonia Urmas Paet dengan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Chaterine Ashton. Dalam pembicaraan tersebut Paet mengatakan kepada Ashton, berdasarkan kesaksian para tenaga medis di lapangan, bahwa penembak-penembak jitu yang dibayar pihak oposisi telah menembaki para demonstran dan polisi untuk menciptakan kekacauan lebih besar dan berujung pada penggulingan Yanukovych.

“Kini ada pemahaman yang semakin kuat bahwa di belakang sniper-sniper itu bukanlah Yanukovych, melainkan dari pihak pemerintahan baru,” kata Paet dalam rekaman itu.

Pada hari Rabu lalu (5/3), Paet mengkonfirmasi bahwa pembicaraan tersebut memang benar terjadi.

Selain pengakuan Paet tersebut, tuduhan Rusia sebagai pelaku penembakan adalah tidak sesuai dengan logika, karena tidak mungkin Rusia menggulingkan sekutunya sendiri untuk digantikan oleh regim baru yang memusuhinya.(ca/associated press)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL