tembok perbatasanKiev, LiputanIslam.com — Pemerintah Ukraina berencana akan membangun tembok pembatas di perbatasan Rusia yang dilengkapi dengan parit anti-tank dan senjata-senjata yang dikendalikan dari jarak jauh. Rencana dasar proyek itu akan menelan dana sebesar $200 juta.

Rencana tersebut disetujui dalam sidang kabinet Ukraina pada hari Rabu lalu (13/5). Demikian kantor berita Russia Today melaporkan, Jumat (15/5).

Proyek yang disebut sebagai ‘The Wall’ atau ‘European Bulwark’ itu mencakup pembangunan pagar kawat berduri dengan menara-menara pengawas setinggi 17 meter. Selain itu juga dibangun parit anti-tank sedalam 4 meter, senjata-senjata remote control, kamera-kamera CCTV, menarai komunikasi dan sistem peringatan dini.

Proyek ini diproyeksikan akan selesai selama 3 tahun, namun kekurangan biaya diperkirakan akan menghambat proyek ini seperti proyek-proyek serupa sebelumnya.

Awalnya pembangunan tembok pembatas Rusia-Ukraina disuarakan oleh mantan Gubernur Dnepropetrovsk yang juga pengusaha kaya Igor Kolomoysky. Ia bahkan telah membiayai pembuatan parit di perbatasan dengan menggunakan peralatan militer. Ide itu kemudian didukung oleh Presiden Petro Poroshenko dan PM Arseny Yatsenyuk.

Pada bulan September 2014, Yatsenuk mengumumkan rencana pembangunan ‘perbatasan nyata’ kedua negara sepanjang 2.295 kilometer yang dilengkapi parit sedalam 2 meter dan lebar 4 meter dan sistem pengawas. Biaya proyek ini mencapai $86 juta.

Russia Today menyebut, meski nantinya Ukraina telah membangun tembok pembatas itu, Ukraina diperkirakan akan kesulitan untuk menangani pemeliharaan dan perbaikannya setiap tahun.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL