ugmYogyakarta, LiputanIslam.com — Kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) kian menyenangkan. Pasalnya, lembaga pendidikan tinggi ini menyediakan asrama dengan standar internasional yang bisa membuat para mahasiswanya kian betah.

Asrama berstandar internasional itu, yakni UGM Residence, merupakan fasilitas asrama bagi mahasiswa baru yang diharapkan dapat dijadikan model interaksi lintas kultural. Karena penghuni asrama ini tidak hanya berlatarbelakang daerah yang berbeda tetapi juga negaranya. Oleh sebab itu, dengan tinggal di asrama tersebut mahasiswa akan mudah memerankan predikatnya sebagai “agen perubahan”.

Menurut Dr. Eddy Junarsin, General Manager UGM, keberadaan UGM Residence sangat mendukung terwujudnya visi UGM sebagai universitas kelas dunia yang unggul, mandiri, dan bermartabat. “Selain untuk mahasiswa sarjana, fasili­tas ini juga terbuka untuk dosen, mahasiswa pascasarjana, peserta pelatihan, tamu fakultas/program studi, maupun orang tua wisudawan,” kata Eddy, dalam siaran persnya, Senin (24/3).

Saat ini, UGM Residence menempati lokasi di empat  titik strategis di lingkungan UGM. Yaitu Ratnaningsih Bulaksumur yang juga berfungsi sebagai Kantor Pusat UGM Residence dan terletak di dalam Kampus UGM. Kemudian Ratnaningsih Sagan, Darmaputera Baciro dan Darmaputera Karanggayam. Selanjutnya, tahun ini akan ditambah dua residence lagi dalam proses pembangunan, yaitu Kinanti 2 & 3, dan Klebengan.

Eddy menjelaskan, setiap residence dilengkapi fasilitas seperti kamar “fully furnished”, ruang belajar, ruang besama, dapur, mushola, kantin, kamar mandi dalam/luar. Selain itu, ada pula layanan laundry, parkir luas, ruang meeting, lapangan olah raga, aula/gedung pertemuan berkapasitas 400-500 orang, yang bisa digunakan untuk acara-acara resmi seperti pernikahan.

“Kami menyediakan hotspot internet dan keamanan 24 jam,” terangnya.

Di luar fasilitas tersebut, UGM Residence juga menyelenggarakan kegiatan unggulan berupa life skills yang dituangkan dalam kurikulum berupa filosofi UGM, nilai-nilai luhur ke-UGM-an, kepemimpinan, membangun komunikasi yang efektif dan kemampuan berbahasa asing, serta kewirausahaan.

UGM Residence menawarkan 783 tempat tidur, di mana satu kamar di­isi dua orang. Pengelola biasanya tidak memberikan ruang bagi penghuni asrama yang menginginkan satu kamar un­tuk satu orang. “Karena pada prinsipnya kami menginginkan para mahasiswa saling berinteraksi. Karena latar belakang peng­huni­nya sangat beragam,” jelas Manajer SDM, Heroe Setyawati, S.E.(ca/republika.co.id)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*