Sumber: kompas.com

Yogyakarta, LiputanIslam.com– Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Panut Mulyono menyambut baik atas penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada Rektor pertama UGM Dr Sardjito. Panut mengaku senang dan bahagia atas pemberian gelar tersebut.

“Tentu merasa bersyukur dan bangga atas keputusan (penganugerahan gelar) tersebut,” katanya usai mengikuti upacara Peringatan Hari Pahlawan Nasional di Stadion Mandala Krida Yogyakarta pada Minggu (10/11).

Panut menceritakan bahwa pengajuan gelar pahlawan untuk Sardjito kepada pemerintah telah dilakukan sejak 2012. Menurutnya, gelar pahlawan ini bisa memberikan reputasi positif bagi UGM. Serta, memberikan semangat bagi civitas akademika dan alumni meneladani ketokohan Prof Sardjito semasa hidupnya.

Diketahui Sardjito ikut berkontribusi besar pada masa perjuangan merebut kemerdekaan. Ia membuat formula biskuit sebagai bekal bagi pejuang-pejuang untuk bertempur melawan penjajah. “Kontribusi yang paling monumental membuat formula biskuit dari kandungan gizi dan karbohidrat tinggi, sehingga bisa menambah energi pejuang saat bertempur sangat bagus,” ucapnya.

Selain itu, pada peristiwa Bandung Lautan Api ia juga berhasil menyelamatan obat-obatan dan vaksin yang masa itu merupakan asset penting dalam revolusi fisik. “Beliau membawa vaksin tidak dalam bentuk botol tapi ditaruh di tubuh kerbau,” terang Panut.

Baca: Warisi Spirit Kebangsaan Pada Hari Pahlawan Nasional

Dr Sardjito sendiri lahir pada 13 Agustus 1889 di Desa Purwodadi, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Setelah menyelesaikan studi di SR, dia melanjutkan studi ke STOVIA di Jakarta. (aw/republika/detik).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*