uganda.siKampala, LiputanIslam.com — Hotel-hotel dan tempat-tempat publik di ibukota Uganda Kampala, ditutup, setelah otoritas keamanan menemukan rencana serangan teroris.

Kantor berita Russia Today hari Sabtu (13/9) melaporkan, aparat keamanan Uganda menemukan “sel teroris” yang dioperasikan kelompok teroris asal Somalia yang terkait Al Qaida, Al-Shabaab, yang beroperasi di ibukota Kampala. Kelompok ini tengah merencanakan serangan besar-besaran.

Kedubes AS di Kampala, kota berpenduduk 1,2 juta jiwa, mengatakan terus bekerjasama dengan pemeritah Uganda untuk menemukan sasaran serangan teroris.

Hal ini adalah menyusul ancaman serupa yang muncul bulan Juli lalu yang disebut-sebut akan akan menyasar Bandara Internasional Entebbe, 35 km dari Kampala.

“Kami meningkatkan patroli di Kampala, di kota-kota besar serta tempat-tempat rawan lainnya,” kata Fred Enanga, jubir kepolisian Uganda kepada wartawan, Sabtu (13/9).

“Pada tahap ini kami tidak berkonsentrasi pada target-target khusus, dan otoritas Uganda telah meningkatkan keamanan di lokasi-lokasi kunci, termasuk Entebbe International Airport,” tulis kedubes AS di Uganda dalam situs resminya.

Al-Shabaab, atau Harakat Shabaab al-Mujahidin, adalah kelompok teroris yang terlibat dalam Perang Sipil Somalia yang kini juga aktif di Uganda. Pada tahun 2007 kelompok ini berhasil dihancurkan oleh pasukan Somalia dan Ethiopia, namun kemudian berhasil mereorganisir diri.

Kelompok ini berkali-kali berhasil menguasai wilayah-wilayah tertentu di Somalia dan melakukan taktik terorisme dalam memerangi pasukan pemeritnah maupun pasukan keamanan Uni Afrika.

Kelompok Al Shabab tidak memiliki agenda politik yang jelas, namun pada tahun 2012 pemimpin kelompok ini yang baru saja tewas oleh serangan udara AS,  Mukhtar Abu al-Zubair ‘Godane’, mengumumkan bahwa kelompok ini bergabung dengan Al-Qaeda.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL