Sumber: Sputnik

Dubai,LiputanIslam.com—Riyadh telah memutuskan untuk bergabung dengan koalisi maritim AS dan menuduh Iran merancang serangan ke fasilitas minyak Aramco Saudi.

Menyusul langkah kerajaan Saudi, Uni Emirat Arab memutuskan akan bergabung dengan koalisi maritim pimpinan AS bersama dengan Australia, Arab Saudi, dan Inggris.

Menurut Direktur Departemen Kerjasama Keamanan Internasional Kementerian Luar Negeri UEA, Menteri Salem al-Zaabi, UEA ingin memastikan keamanan energi global dan memastikan kontinyuitas suplai energi ke masyarakat dunia.

Baca: Saudi Tuding Iran Sebagai Penyerang Aramco, Lalu Apa?

Putusan ini muncul usai beberapa drone menghantam fasilitas minyak Saudi pada Sabtu lalu, yang menyebabkan naiknya harga minyak dunia. Kelompok pergerakan Yaman, Houthi, yang tengah mempertahankan negaranya dari gempuran agresi koalisi militer Saudi mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Meski begitu, Saudi dan Amerika menuduh Iran sebagai pelaku serangan.

Iran telah menepis tudingan tak berdasar itu dan menyebut AS malu untuk mengakui sistem pertahanannya berhasil ditembus oleh orang-orang Yaman. (fd/Sputnik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*