stop korupsiJakarta, LiputanIslam.com–Korupsi yang marak terjadi di Indonesia, berdampak bagi pertumbuhan ekonomi dan menghalangi akses kesejahteraan bagi warga negara Indonesia. Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Transparency International Indonesia, Dadang Trisasongko.

Lebih jauh Dadang mengatakan, kebanyakan praktek korupsi di Indonesia disebabkan oleh ulah politikus. Problem korupsi di dunia politik merupakan akar masalah korupsi yang terjadi di Indonesia. Apalagi, kata Dadang, tahun ini merupakan merupakan tahun politik karena ada pemilihan umum.

Dalam keterangan tertulis Transparency International Indonesia yang dirilis pada Kamis, 4 Desember 2014, Dadang menyampaikan hasil penilaian corruption perception index atau indeks persepsi korupsi. Indeks yang dihitung oleh Transparency International Indonesia itu menunjukkan Indonesia naik tujuh peringkat daripada tahun sebelumnya. Indonesia saat ini berada di peringkat ke-107 dengan skor 34 dari 175 negara yang diukur. Artinya, korupsi di Indonesia meningkat.

Sementara itu, jumlah penduduk miskin di Indonesia menurut Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Maret 2014 mencapai 28,28 juta orang. Namun bila menggunakan standar Bank Dunia, disinyalir jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan hampir 50%.

Berapa Uang Rakyat yang Habis Dikorupsi?

Rektor UGM Prof. Dr. Pratikno, M.Soc., Sc. (kini menjadi Mensesneg kabinet Presiden Joko Widodo) pernah menyatakan, nilai biaya eksplisit (biaya terlihat) korupsi selama tahun 2012 sebesar Rp168,19 Triliun, Namun dari total nilai hukuman finansial atau uang hasil korupsi yang dikembalikan ke negara hanya Rp15,09 Triliun atau 8,97%.

“Nilai eksplisit yg hilang sebesar Rp153,1 T. Inipun masih perlu ditambah biaya implisit (tidak terlihat), seperti biaya antisipasi, biaya reaksi dan biaya kesempatan. Mungkin bisa mencapai Rp 250 T,” kata Pratikno, seperti dikutip website UGM (25/7/2013).

Pada tahun 2013, jumlah kasus korupsi meningkat dua kali lipat. Data ini disampaikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyebutkan bahwa sepanjang 2013 telah terjadi peningkatan jumlah perkara korupsi. Dari 49 perkara yang ditangani pada 2012, tahun 2013 meningkat hampir dua kali lipat menjadi 70 perkara.(fa)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL