foto: bisnis.com

foto: bisnis.com

Jakarta, LiputanIslam.com–Perusahaan Umum Percetakan Uang RI (Perum Peruri) akan memulai persiapan teknis percetakan uang baru, yang diberi nama ‘uang NKRI’ (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Di antara persiapan yang dilakukan adalah bekerja sama dengan perusahaan Swiss dalam riset dan memproduksi uang kertas.

Peruri memang masih terpaksa menggunakan bahan pembuat uang kertas yang harus diimpor. Seperti diberitakan Bisnis.com, 90% bahan  pembuat uang harus diimpor dari luar negeri karena Indonesia belum mampu memproduksi sendiri.

Padahal, kebutuhan bahan pembuat uang kertas itu sangat tinggi. Perum Peruri bahkan mengaku kewalahan memenuhi pesanan uang baru dari Bank Indonesia (BI). Kebutuhan akan uang baru meningkat seiring dengan semakin cepatnya peredaran uang di masyarakat yang berakibat kerusakan pada fisik uang.

Direktur Utama Peruri, Prasetio, mengatakan hingga kuartal III tahun 2013 pihaknya sudah mencetak 6 miliar lembar uang baru.

“Kita sudah ampun-ampunan mengerjakannya. Pesanan Bank Indonesia meningkat terus,” ucap Prasetio, sebagaimana dikutip Merdeka.com (21/10/2013).

Pada Kamis lalu (19/6/2014), Deputi Gubernur BI Ronald Waas mengumumkan bahwa Indonesia akan memiliki uang baru pada ulang tahun Republik Indonesia 17 Agustus mendatang. Penerbitan uang baru tersebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, di mana tulisan Bank Indonesia pada mata uang akan diganti dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sesuai undang-undang tersebut, tanda tangan Menteri Keuangan sebagai perwakilan pemerintah juga akan tertera dalam lembaran rupiah. (dw)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL