YouTube logos displayed on a laptop screen partially covered with Turkey's national flag in this photo illustration taken in AnkaraAnkara, LiputanIslam.com — Rezim Tayyep Erdogan telah mulai melakukan penyelidikan atas bocornya rekaman pembicaraan para pejabat penting Turki tentang rencana konspirasi untuk menyeret Turki dalam konflik di Suriah. Kebocoran tersebut, disebut oleh Erdogan sebagai tindakan “tidak bermoral”, menjadi penyebab Turki memblokir situs video YouTube beberapa hari lalu.

Menlu Ahmet Davutoglu yang suaranya terdengar dalam rekaman pembicaraan tersebut menyebut pembocoran rekaman tersebut sebagai tindakan mata-mata dan “deklarasi perang terbuka terhadap negara Turki.” Ia pun menyerukan tindakan keras terhadap para pembocor rekaman yang menjadi “trending topic” setelah diunggah di YouTube tersebut.

Penyelidikan tersebut, bagaimanapun telah menimbulkan kekhawatiran yang berulang tentang kemungkinan tindakan keras pemerintah terhadap kubu oposisi paska pemilu lokal yang digelar hari ini (30/3).

Erdogan dan sekutu-sekutunya telah menuduh kelompok Gerakan Hizmet yang dipimpin oleh tokoh spiritual yang tinggal di Amerika, Fethullah Gulen, sebagai pelaku utama pembocaran rekaman tersebut. Tuduhan yang sama diterima kelompok ini atas berbagai kebocoran rekaman pembicaraan rahasia lain sebelumnya yang mengindikasikan tindak korupsi. Erdogan dan kroni-kroninya. Pengaruh kelompok ini di antara jajaran kepolisian dan kejaksaan juga diduga menjadi penyebab terjadinya penangkapan besar-besaran terhadap kroni-kroni Erdogan karena dugaan korupsi, akhir tahun lalu.

“Besok kami akan memberi pelajaran pada para pembohong dan tukang fitnah itu,” kata Erdogan di depan pendukungnya di kawasan pekerja Kartal, Istanbul, hari Sabtu (29/3).

Gulen telah dengan tegas menolak tuduhan keterlibatan dirinya dan gerakannya atas skandal kobocoran rekaman tersebut, namun para pendukungnya menyatakan kekhawatiran adanya tindakan keras pemerintah terhadap mereka. Sejauh ini Pemerintah telah menutup ribuan sekolah milik yayasan Gulen yang selama ini menjadi basis ekonomi dan kader gerakan tersebut. Pemerintah Turki juga telah mencabut “paspor hijau” atau paspor khusus bagi orang-orang penting Turki, atas nama Gulen.

Seorang pendukung Gulen, Onder Aytac, yang juga seorang penulis dan jurnalis terkenal Turki, juga sempat ditahan semalaman oleh aparat keamanan Turki untuk diinterogasi.

CNN Turki juga melaporkan bahwa para pengacara Erdogan telah mendesak kejaksaan untuk memintai keterangan Aytac dan Emre Uslu (seorang kolumnis, akademis dan mantan pejabat kepolisian anti-teror) dan mencegah mereka pergi ke luar negeri.

Aytac menyatakan dalam situs berita milik gerakan Hizmet, “Samanyolu” bahwa dirinya telah dimintai keterangan tentang keterlibatannya dengan kebocoran rekaman tersebut, setelah dirinya menjadi narasumber sebuah program televisi yang membahas masalah itu.

“Saya membuat penilaian berdasar kapasitas akademis. Mereka mencoba mengintimidasi orang-orang seperti saya dalam proses pemilihan ini,” tulisnya.

Sejauh ini para pejabat pemerintah masih belum memberikan keterangan resmi tentang penyelidikan tersebut.(ca/voice of russia)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL