demo buruhJakarta, LiputanIslam.com — Puluhan ribu buruh berdemo besar-besaran hari ini untuk menuntut UMK senilai 2,9-3,2 juta. Koordinator Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dalam orasinya meminta kepada pihak kepolisian untuk menutup jalan di sekitar bundaran HI.

“Kami minta kepada pihak kepolisian, karena buruh dari Bekasi belum datang. Sekaligus kami melakukan demo ini karena hari bertepatan dengan hari HAM sedunia,” ujar dia.

Sementara, ratusan buruh yang tergabung dalam Gerakan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) melakukan long march dari Bundaran HI menuju Jl Thamrin dengan meneriakkan meminta kenaikan upah buruh. Koordinator GSBI juga berteriak menyebut Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla adalah boneka negara Amerika Serikat.

“Jokowi-JK boneka Amerika! Rezim tidak berpihak pada buruh!” teriak mereka.

Para buruh mengatakan, bahwa pasca kenaikan BBM, harga-harga kebutuhan pokok semakin meningkat. “Masa BBM naik, upah buruh masih kecil, harga-harga yang lain udah naik. Kan ini aneh,” ujar koordinator aksi.

Sementara itu, ribuan buruh di Jabar melakukan unjuk rasa di depan Gedung Sate Bandung. Akibatnya Jalan Diponegoro (depan Gedung Sate) ditutup. Massa dari berbagai elemen buruh seperti SPN, SPSI, KSPSI dan lainnya menuntut UMK 2015 di Jabar direvisi.

UMK di Jabar sendiri sebenarnya telah ditetapkan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) pada Jumat 21 November 2014 berdasarkan surat Keputusan Gubernur nomor 560/Kep.1581-Bangsos/2014.

“Kedatangan buruh kami di sini untuk merevisi UMK 2015. SK tersebut tidak mempertimbangkan kenaikan BBM,” kata Roy Jito, koordinator dari KSPSI di sela-sela aksi, Rabu, 10 Desember 2014 seperti dilansir merdeka.com.

Kenaikan UMK di Jabar juga tidak mempertimbangkan KHL yang mana hasil survei hanya memasukkan 66 item. “Padahal seharusnya 84 item untuk melihat KHL, jadi masih banyak yang belum terakomodir.”

Sekedar informasi, beberapa waktu yang lalu Walikota Ridwan Kamil melarang buruh untuk berdemo. Ia berjanji akan memperjuangkan UMK tahun 2015 sesuai keinginan buruh.

Lalu apa penyebab buruh tetap turun untuk berdemo?

Dalam perbicangan singkat dengan liputanislam.com, salah satu buruh menyatakan bahwa jalan demo terpaksa ditempuh karena tidak ada tindak lanjut pemerintah atas jalan dialog.

“UMK itu kan ditetapkan dengan kesepakatan antara pemerintah, buruh, dan Apindo. Sebelum BBM naik, UMK Bandung telah ditetapkan. Namun di malam hari kenaikan BBM, Aher berjanji untuk merevisi kembali ketetapan tersebut,” ujarnya.

“Dan kami tentu menuntut janji Aher itu. Dialog sudah diupayakan namun tidak ada hasil yang mengembirakan,” tutupnya. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL