indra piliangJakarta, LiputanIslam.com–Tertunda-tundanya pengumuman susunan kabinet oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang kritikan keras dari Indra J. Piliang. Politisi Golkar yang dipecat dari partainya gara-gara mendukung Jokowi selama pilpres ini menulis di twitternya, menyebut Jokowi ‘plangak-plongok’.

“Hak prerogatif itu milik anda (Jokowi). Anda lantik menteri pagi ini, siang nanti anda pecat lg tak ada yg anda langgar,” kicau Indra dalam akun Twitter pribadinya, @IndraJPilliang, Rabu (22/10).

“Aplg (apalagi) anda tampak sigap dg (dengan) kriteria. Bahkan sjk (sejak) kampanye Pilpres, anda bilang: non transaksional, ramping, dll. Anda tak taat kata2!” ujarnya.

“Tim Transisi anda bilang, 3 bln pertama anda masuk ke 1000 desa kumuh. Itu tercatat. Knp msh (kenapa masih) plangak-plongok?” sindirnya lagi.

“Kerja2 amatiran yg dilakukan tim [transisi] anda semakin terlihat kan? Msh (masih) sibuk dadah-dadah dan tlpn2 (telpon) wartawan agar dpt (dapat) setor muka itu utk (untuk) apa?” tegasnya.

Menurut Indra, sebaiknya Jokowi secara tegas menentukan pilihan. Bila kemudian dianggap terjadi salah pilih, sebagai presiden Jokowi sah-sah saja memecatnya dan mengganti dengan yang lain. Indra mencontohkan kasus Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid I dan II di bawah pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang tidak lancar sepenuhnya. Bahkan ada yang diganti sekitar satu atau dua jam sebelum pengumuman.

Surat Terbuka Indra J. Piliang

Sebelumnya, Indra juga pernah menulis surat terbuka kepada Jokowi terkait pemilihan menteri. Dalam surat itu, Indra mengharapkan agar Jokowi memilih kaum muda.

“Saya berharap, Bapak mewujudkan mimpi satu generasi tentang Indonesia masa depan. Satu generasi yang rata-rata berusia 40 tahun, lahir dari pergerakan pemikiran dan aktivisme akhir tahun 1980-an dan era 1990-an,” tulis dia.

Indra mengkritik  nama-nama yang beredar sebagai calon menteri, yang berasal dari generasi yang sudah tua.

“Nama-nama yang dulu kami hadapi dalam gerakan 1990-an, terus muncul lagi dengan berbagai dandanan, titel ataupun gelar akademis. Bagaimana bisa energi murni pembaharuan dan perubahan bisa tumbuh subur, apabila fisik yang menggerakkannya sama dan saling bertolak-belakang?” tulis Indra. (dw)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL