Foto: Metrotvnews

Foto: Metrotvnews

Lamongan, LiputanIslam.com – Di tengah gonjang-ganjing sengketa Pilpres yang belum berakhir, tujuh warga Lamongan telah berangkat ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok teroris transnasional Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Kepolisian Resort Lamongan membenarkan informasi dari Badan Intelijen Nasional tersebut.

Oleh karena itu, Polres Lamongan mengintensifkan pengamanan dan pengamanan untuk mengantisipasi penyebaran ISIS. Kepala Polres Lamongan, Ajun Komisaris Besar Sholehah, mengatakan kegiatan pencegahan ini dilakukan dengan rajin mendatangi pusat-pusat dakwah, seperti masjid dan pesantren. Sebab, dua tempat itu paling berpotensi menjadi lokasi untuk mengajak bergabung dengan organisasi yang terkenal keji tersebut.

“Setiap Jumat kapolsek-kapolsek datang ke masjid dan pesantren memberikan informasi agar jangan terpengaruh omongan-omongan atau ajakan-ajakan tentang kelompok radikal ini,” ujarnya seperti dilansir Metro TV, Lamongan, Minggu, 10 Agustus 2014.

Sementara itu di Ngawi, Mabes Polri tetap gigih mengejar terduga anggota kelompok teroris. Dua orang berhasil ditangkap dalam operasi di Ngawi, Jawa Timur.

“Jam 14.00 WIB tadi menangkap dua orang atas inisial K dan G,” kata Kapolri Sutarman di Mabes Polri, 8 Agustus 2014.

Dua orang yang ditangkap di Ngawi, Jawa Timur, ini diduga anggota kelompok teroris Santoso. Menyusul penangkapan tersebut, saat ini sedang dilakukan pemeriksaan terhadap kelompok yang sudah mengumumkan diri mendukung gerakan ISIS itu.

“Kita terus melakukan kegiatan yang intensif disamping yang preventif. Masyarakat agar tidak terpengaruh dan melakukan tindakan melanggar hukum,” sambung Sutarman.

Panglima TNI: Bakar Bendera ISIS

Pernyataan keras datang dari Panglima TNI Jenderal Moeldoko terkait ISIS. Ia menegaskan bahwa ISIS tidak boleh berkembang di Indonesia. Bahkan Moeldoko memerintahkan untuk membakar bendera ISIS jika masih ada yang berkibar.

“Saya sampaikan, kalau perlu bakar benderanya (ISIS). Kita hanya punya bendera satu, merah putih, tidak ada bendera lain,” kata Moeldoko, Kamis 7 Agustus 2014.

Kepada jajaran TNI, Moeldoko memerintahkan untuk meredam gerakan ISIS di seluruh pelosok Nusantara. Sebagai tindakan preventif Moeldoko mengerahkan panglima-panglima TNI untuk melakukan sosialisasi ke kampus-kampus, SMA-SMA, bahkan pesantren. Sosialisasi dilakukan untuk menerangkan bahaya gerakan ISIS. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL