ukraine troop2Kiev, LiputanIslam.com — Militer Ukraina, hari Senin (1/9), mengumumkan telah menarik pasukannya dari sekitar bandara kota Luhansk setelah diserang oleh pasukan tank Rusia. Presiden Petro Poroshenko pun menuduh hal itu sebagai “agresi langsung dan terbuka” Rusia di Ukraina.

Jubir Militer Ukraina, Andriy Lysenko, dalam pernyataannya menyebutkan bahwa satu batalion tank Rusia telah menyerang pasukan payung Ukraina di dekat bandara kota Luhansk. Merasa tidak berdaya, Ukraina pun memerintahkan pasukannya ditarik mundur.

“Di wilayah Luhansk, pasukan Ukraina telah menerima perintah untuk menarik diri dari bandara,” kata Lysenko sebagaimana diporkan BBC News.

Poroshenko, berbicara di akademi militer di Kiev, Senin (1/9), mengatakan bahwa keterlibatan langsung Rusia dalam perang telah mengubah keseimbangan dan menjadi alasan utama mundurnya pasukan Ukraina di medan perang akhir-akhir ini.

“Agresi langsung dan terbuka telah dilancarkan terhadap Ukraina dari negara tetangga. Ini telah mengubah situasi di zona konflik secara radikal,” kata Poroshenko.

Sejauh ini Rusia membantah tuduhan-tuduhan tersebut.

Lysenko menyebutkan pasukan Ukraina telah menghancurkan 7 tank Rusia di dekat bandara Luhansk sebelum mengetahui kehadiran besar pasukan Rusia di utara dan selatan kota Luhansk hingga di belakang garis pertahanan Ukraina.

“Menurut data yang kami peroleh, ada tidak kurang dari 4 kelompok batalion taktis di Ukraina,” kata Andriy Lysenko kepada reporter. Setiap kelompok itu, menurut Lysenko berisi 400 personil militer.

Para pemberontak yang menurut Ukraina mendapatkan dukungan langsung militer Rusia, kini telah menguasai kota Novoazovsk dan kini tengah mengancam kota pelabuhan yang strategis, Mariupol, 40 km barat Novoazovsk.

Kapal Patroli Ukraina Ditembak Tenggelam

Pada hari Minggu (31/8) pasukan pemberontak berhasil menembak hingga tenggelam sebuah kapal patroli Ukraina di Laut Azov, menjadi aksi laut pertama selama konflik bersenjata di Ukraina yang pecah sejak bulan April lalu. 2 awak kapal tersebut hilang dan 8 lainnya terluka.

Lysenko menyebutkan, kapal tersebut ditembak dengan menggunakan rudal anti-kapal dari wilayah Bezimenne.

 

Bantahan Rusia

Kantor berita Russia Today, Senin (1/9), melaporkan bahwa Menlu Rusia Sergey Lavrov menegaskan tidak adanya intervensi militer oleh Rusia di Ukraina.

Lavrov sebaliknya menuduh konflik menjadi tidak terkendali dan menimbulkan banyak korban karena penggunaan kekuatan militer yang tidak patut kepada warga sipil.

“Kami menyimpulkan bahwa hal terpenting bagi Washington (AS) dan Brussels (NATO) untuk mendesak Kiev melakukan hal yang sama yang mereka tuntut pada konflik-konflik lainnya: menghentikan penggunaan senjata berat terhadap warga sipil, kota-kota, tidak menghancurkan sekolah-sekolah dan  rumah sakit,” kata Lavrov.

Russia Today juga melaporkan bahwa sejauh ini tuduhan-tuduhan Ukraina dan barat atas keterlibatan Rusia dalam konflik Ukraina, tidak pernah terbukti. Bukti paling baru berupa gambar satelit, menurut Russia Today adalah gambar rekayasa buatan DigitalGlobe, perusahaan swasta operator satelit.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL