prince-charles_2555828kLondon, LiputanIslam.com — Pangeran Charles menuai kecaman dari publik Inggris setelah menyamakan pemimpin Rusia Vladimir Putin sebagai pemimpin Nazi Jerman Adolf Hitler.

Dalam akun twitter miliknya, anggota parlemen Mike Gapes menulis, “Dalam negara monarki konstitusi, kebijakan politik dan diplomasi seharusnya menjadi urusan parlemen dan pemerintah.”

“Monarki hanya boleh dilihat, namun tidak boleh didengarkan,” tambahnya.

Kecaman-kecaman yang sama dialami oleh mantan menlu AS Hillary Clinton pada bulan Maret lalu ketika menyamakan Putin dengan Hitler. Pada umumnya kecaman tersebut menganggap komentar-komentar yang mendiskreditkan pemimpin Rusia akan semakin menyulut ketegangan dengan Rusia yang tengah terlibat konflik kepentingan dengan barat terkait krisis Ukraina.

Namun wakil PM Inggris Nick Clegg justru membela Charles.

“Saya tidak berpandangan seperti itu (Mike Gapes), bahwa jika Anda adalah anggota keluarga kerajaan maka Anda tidak boleh bersuara,” katanya kepada BBC, Rabu (21/5).

Kontroversi pernyataan Charles ini dimulai ketika koran Daily Mail mengutip pernyataan Marienne Ferguson, seorang mantan korban Nazi Jerman di Halifax, Kanada, setelah bertemu Charles yang mengunjungi kota itu hari Minggu (18/5). Kepada media Inggris itu, Marienne Ferguson mengaku bahwa Charles telah menyamakan Putin dengan Hitler karena tindakannya menganeksasi Krimea.

“Pangeran mengatakan, kini Putin telah melakukan hal yang sama dengan Hitler,” kata Marienne Ferguson. Ia pun menambahkan bahwa ia setuju dengan pendapat itu.

Jubir Pangeran Charles sendiri menolak berkomentar tentang pernyataan kontroversi tersebut.

“Kami ingin menekankan bahwa Pangeran Charles tidak akan mengeluarkan pernyataan politik secara terbuka dalam suatu percakapan pribadi,” kata jubir Pangeran Charles.

Pemerintah dan publik Rusia juga belum memberikan respon atas pernyataan tersebut.(ca/bbc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL