Washington, LiputanIslam.com—Presiden AS Donald Trump pada Selasa (16/4) memveto resolusi dari Kongres AS untuk mengakhiri keterlibatan Amerika atas agresi militer Saudi di Yaman.

Trump menyebut resolusi itu “tidak diperlukan” dan sebuah “upaya berbahaya” untuk memperlemah kekuasaan konstitusionalnya.

Ia juga mengklaim bahwa upaya tersebut akan membahayakan rakyat dan tentara Amerika.

Resolusi berupa RUU ini pada awalnya diperkenalkan di Senat dan disponsori bersama oleh Senator Bernie Sanders. Ia menyerukan resolusi War Powers, sebuah undang-undang federal yang memberikan wewenang bagi Kongres untuk memeriksa rencana keterlibatan dalam konflik bersenjata.

Para pendukung resolusi ini berpendapat bahwa keterlibatan AS di perang Yaman melanggar aturan konstitusional, di mana Kongres-lah yang boleh menentukan kapan negara berperang, bukan presiden.

Selama ini, AS telah menyalurkan senjata sebanyak miliaran dolar kepada koalisi pimpinan Saudi untuk mengobarkan perang di Yaman. Sejumlah anggota Kongres pun telah menyatakan keprihatinan mengenai ribuan warga sipil yang tewas akibat serangan ini.

Menurut laporan terbaru oleh organisasi penelitian konlfik Armed Conflict Location and Event Data Project (ACLED), perang ini telah merenggut nyawa sekitar 56.000 warga Yaman serta menghancurkan berbagai infrastruktur seperti rumah sakit, sekolah, dan pabrik. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*