Washington, LiputanIslam.com—Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan bahwa Presiden AS Donald Trump telah mengundangnya ke Washington pada bulan depan. Pengumuman tersebut dirilis oleh pemerintah Israel pada Sabtu (21/02/2017) setelah keduanya melakukan percakapan lewat telepon untuk pertama kalinya sejak Trump diangkat menjadi presiden.

“Presiden Trump mengundang Perdana Menteri Netanyahu ke Washington untuk bertemu dengannya pada Februari,” demikian yang tertulis dalam pengumuman tersebut.

“Perdana Menteri memperlihatkan keinginannya untuk bekerjasama dengan erat dengan Presiden Trump untuk menempa visi yang sama untuk meningkatkan perdamaian dan keamanan di kawasan.”

Dalam percakapan lewat telepon antara Netanyahu dan Trump, disebutkan bahwa mereka membicarakan tentang perjanjian nuklir Iran, situasi di Palestina, dan isu-isu lainnya.

Selama pertemuan kabinet pada hari yang sama, Netanyahu menyatakan perlawanannya terhadap perjanjian nuklir antara Iran dan negara-negara P5+1.

Iran dan lima anggota permanen di Dewan Keamanan PBB– Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Cina, dan Rusia – plus Jerman, telah mencapai perjanjian nuklir yang disebut Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA). Perjanjian tersebut mulai diimplementasikan pada 16 Januari 2016 lalu.

Sementara itu, Trump dalam masa kampanyenya sudah berjanji akan mencabut perjanjian JCPOA yang ia sebut sebagai “bencana” dan “perjanjian paling buruk yang pernah dinegosiasikan.” (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL