Washington, LiputanIslam.com—Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang berisi penjatuhan sanksi baru terhadap Korea Utara.

Berbicara di kantor PBB pada Kamis lalu, Trump menyatakan bahwa perintah itu akan memperkuat kemampuan Amerika dalam melarang individual dan perusahaan yang berbisnis dengan Korea Utara.

Perintah ini diumumkan Trump bersama Menteri Ekonomi Steven Mnuchin, Wakil Presiden Mike Pence, Menlu Rex Tillerson, dan Wakil AS untuk PBB Nikki Haley, sebelum bertemu dengan PM Jepang Shinzo Abe dan  Presiden Korea Selatan Moon Jae-in.

Sekutu AS tersebut– Jepang dan Korsel – telah meminta penjatuhan sanksi internasional sebagai cara terbaik untuk memaksa Pyongyang menghentikan program nuklir mereka.

Trump mengatakan, dia telah memerintahkan Departemen Ekonomi AS untuk “menargetkan individual atau kelompok manapun yang melakukan jual-beli barang, jasa, atau teknologi” dengan Korea Utara.

Trump juga mengecam program rudal dan nuklir Korut yang disebutnya “ancaman terhadap kedamaian dan keamanan di dunia,” dan bahwa “tidak boleh ada dukungan secara finansial terhadap rezim kriminal ini.”

“Rezim brutal Korut tidak menghormati warganya sendiri atau kedaulatan negara lain. Perintah eksekutif baru ini akan menghentikan sumber-sumber yang mendanai upaya Korut untuk mengembangkan senjata paling mematikan sepanjang sejarah,” kata presiden yang negaranya sendiri merupakan satu-satunya negara yang menggunakan senjata nuklir sebagai pemusnah masal dalam Perang Dunia II. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL