Washington, LiputanIslam.com—Presiden AS Donald Trump sekali lagi menuduh Iran “mendukung terorisme” dan mengatakan perjanjian nuklir Tehran sebagai “perjanjian terburuk.”

“Kami telah mengeluarkan sanksi terhadap Iran yang benar-benar mendapat keuntungan dari pemerintahan kita sebelumnya,” kata Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih, Kamis (16/02/17).

“Dan mereka adalah pendukung utama terorisme dan kami takkan berhenti sampai masalah ini diselesaikan,” ucapnya.

“Itu adalah perjanjian terburuk yang pernah saya lihat,” tambahnya mengenai perjanjian nuklir Iran.

Pada masa kampanye pilpresnya, Trump berjanji akan mencabik perjanjian nuklir yang disebutnya “mengerikan” itu. Tak hanya itu, dia mengangkat tokoh-tokoh yang dikenal sangat anti-Iran di posisi penting pemerintahnnya, termasuk Rex Tillerson sebagai menteri luar negerinya. Tillerson adalah orang yang menghendaki “revisi total” perjanjian nuklir Iran.

Pada awal bulan ini, Trump mengeluarkan sanksi baru terhadap Iran setelah Iran berhasil dalam uji coba perluncuran misil balistik yang dianggap oleh Washington sebagai pelanggaran perjanjian Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA). Namun, Iran menolak tuduhan AS tersebut dan kembali menegaskan hak mereka untuk mengembangkan kemampuan pertahanan negara.

Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Rabu lalu, Trump juga menuduh Iran mengembangkan senjata nuklir, dan berjanji akan mencegah Tehran untuk memperolah senjata yang disebutnya menjadi ancaman untuk Israel. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL