Washington, LiputanIslam.com—Presiden AS Donald Trump menuding Uni Eropa dan Cina telah “memanipulasi mata uang mereka”, tak lama setelah dia menjatuhkan tarif atas semua produk impor Cina.

Tudingan tersebut ia sampaikan dalam sebuah tweet pada Jumat (20/7/18).

“Cina, Uni Eropa dan lainnya telah memanipulasi mata uang dan suku bunga mereka lebih rendah, …sementara dollar AS semakin kuat setiap hari. Seperti biasa, tidak semua punya kesempatan untuk sukses di sini,” tulisnya.

Dalam tweet lain, Trump menuliskan bahwa AS “tidak pantas dihukum” karena pemerintahnya melakukan hal yang baik.

“AS seharusnya dibolehkan untuk mendapatkan kembali apa yang hilang akibat dari manipulasi mata uang ilegal dan Perjanjian Dagang yang BURUK,” tulisnya.

Trump mengatakan kepada CNBC bahwa Washington “jatuh dalam jumlah yang luar biasa” dalam hal perdagangan dengan Beijing. Ia menilai, negara Asia itu melakukan praktik perdagangan yang “tidak adil.”

Sebagai respon, Beijing mengecam uniteralisme Amerika dan membuat pernyataan komplain bersama dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terhadap tarif yang dijatuhkan AS.

Namun, segera setelah Trump mengunggah tweet tersebut, dolar AS terpukul. Euro, Yuan dan Yen menguat terhadap Dollar, dan indeks Dolar AS diperdagangkan 0,7% lebih rendah ke 94,478 setelah cuitan Trump, menandai kinerja terburuk dalam tiga pekan. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*