Washington, LiputanIslam.com—Presiden AS Donald Trump menuding para pejabat partai Republik takut dengan badan lobby Asosiasi Senapan Nasional (NRA) di tengah panasnya isu kejahatan senjata di Negeri Paman Sam itu.

Dia menyampaikan komentar itu di dalam pertemuan dengan sekelompok anggota parlemen bipartisan di Gedung Putih.

Dalam pertemuan tersebut, Trump bertanya kepada Senator Republik, Pat Toomey dan Joe Manchin apakah mereka memasukkan aturan kenaikan batas umur untuk pembelian senjata di dalam usulan undang-undang yang mereka sponsori.

“Kami tidak menyebut itu, Mr. Presiden,”  jawab Toomey.

“Kamu tahu kenapa? Karena kalian takut dengan NRA,” tuding Trump sambil tertawa.

“Ini isu yang besar sekarang. Banyak orang membicarakan ini,”

Isu kejahatan senjata api mulai memanas di Amerika setelah peristiwa penembakan massal di sekolah Stoneman Douglas di Parkland, Florida, pada 14 Februari lalu yang membuat 17 siswa dan petugas sekolah tewas.

Si penembak berumur 19 tahun dan menembakkan 100 peluru dengan senapan AR-15.

“Anda tidak boleh membeli pistol tangan di umur 18, 19 atau 20 — Anda harus menunggu sampai umur 21…,” catat Trump.

Dalam usulan undang-undang senjata yang disponsori partai Republik, aturan kenaikan batas umur tidak mendapat suara yang cukup dari para pejabat.

Namun, meskipun begitu, Trump tetap mengaku sebagai penggemar NRA, yang memiliki pengaruh kuat atas politisi AS.

“Saya dapat bilang bahwa NRA menentang [UU senjata], dan saya penggemar terbesar NRA…,” kata Trump. “Tapi itu tidak berarti kita harus setuju dengan semuanya.”

Sebagai jawaban dari tudingan Trump, Toomey mengatakan bahwa keputusannya untuk tidak memasukkan aturan batas umur pembelian senjata tidak berhubungan dengan NRA.

“Keberatan saya tentang aturan itu adalah bahwa mayoritas warga berumur 18, 19 dan 20 tahun di Pennsylvania yang memiliki senapan atau pistol… mereka warga yang taat hukum,” tuturnya.

“Mereka memiliki [senjata] karena mereka ingin menggunakannya untuk berburu atau latihan menembak target… Menolak hak amandemen kedua mereka tidak akan membuat siapa pun lebih aman,” pungkasnya. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL