Washington, LiputanIslam.com—Presiden AS Donald Trump mendeklarasikan negaranya “berduka cita,” selagi mengunjungi Las Vegas untuk bertemu korban selamat penembakan massal beberapa hari yang lalu. Namun, ia menolak berbicara mengenai isu kejahatan senjata.

Ketika mengunjungi korban dan dokter di pusat trauma Las Vegas pada Rabu (4/10/17), wartawan menanyakan Trump tentang kejahatan senjata di AS yang telah mencabut nyawa lebih dari 100.000 orang setiap tahunnya.

“Kita tidak akan berbicara tentang itu hari ini…” kata Trump, yang memang kukuh menentang aturan kontrol senjata.

Kampanye 2016 Trump didanai oleh Asosiasi Senapan Nasional (NRA), sebuah organisasi yang mengadvokasi hak-hak senjata. Pada bulan April lalu, Trump mengatakan di acara NRA bahwa para pemilik senjata punya “teman sejati di Gedung Putih.”

Kedatangan di Trump dan Ibu Negara Melania Trump dilakuakan tiga hari setelah kejadian teror yang menewaskan 58 orang dan melukai lebih dari 500 orang di Las Vegas.

Si penembak, Stephen Paddock, membeli 33 senapan mesin pada tahun lalu. Polisi menemukan total 47 senjata di ruang hotel dan rumahnya.  (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL