Washington, LiputanIslam.com—Presiden terpilih AS, Donald Trump, untuk pertama kalinya mengakui bahwa Rusia berada di balik peretasan Partai Demokrat dalam pemilu presiden. Namun, ia menegaskan bahwa semua negara meretas AS, bukan hanya Rusia.

“Saya pikir Rusia yang melakukan itu, tapi bukan hanya Rusia,” kata Trump dalam konferensi media pertamanya sejak Juli tahun lalu, pada Rabu (11/01/017).

“Peretasan itu hal yang buruk, tak boleh dilakukan… tapi mari kita lihat apa yang telah kita pelajari dari aksi peretasan tersebut,” katanya.

Email yang diretas memang membuat publik mempertanyakan kredibilitas  Clinton Foundation dan bagaimana sang mantan Menlu AS itu berusaha mendiskreditkan rivalnya, Bernie Sanders,  untuk memenangi nominasi dari Partai Demokrat.

Trump juga mengatakan bahwa negara lain dengan mudah meretas AS “karena kita tidak punya pertahanan [yang kuat].”

Sebagai contoh, Trump mengklaim Cina pernah meretas 22 juta akun pada tahun 2015 dalam seragan cyber terhadap US Office of Personnel and Management.

Dia kemudian menambahkan, semua negara akan jauh menghargai Amerika setelah ia dilantik sebagai presiden pada 20 Januari mendatang dibandingkan pemerintahan sebelumnya.  (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL