Washington, LiputanIslam.com—Presiden AS Trump kembali terlibat dalam retorika panas dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. Kali ini, dia menyatakan memiliki tombol nuklir yang “lebih besar dan lebih kuat” dari tombol nuklir kepunyaan Kim.

Pernyataan ini keluar dalam cuitannya di Twitter pada Selasa (2/01/18).

Ia menulis, “Pemimpin Korut Kim Jong-un baru menyatakan bahwa ‘tombol nuklir ada di meja saya setiap saat.’ Bisakah seseorang dari rezim terkuras dan kelaparan pangannya menginformasikan kepadanya bahwa saya juga punya tombol nuklir, tapi ini lebih besar dan lebih kuat dari miliknya, dan tombol saya berfungsi!”

Sehari sebelumnya, Kim yang berpidato dalam perayaan tahun baru 2018 mengatakan bahwa “seluruh AS berada di jangkauan senjata nuklir kami, dan sebuah tombol nuklir selalu siap di meja saya. Ini adalah realitas, bukan ancaman.”

Melihat respon Trump terhadap ancaman Kim, mantan pejabat luar negeri AS Eliot Cohen menilai komentar provokatif presiden ke-45 Amerika itu berbahaya dan kekanak-kanakan.

“[Trump] berbicara seperti anak 10 tahun yang merajuk. Tapi merajuk dengan senjata nuklir yang betulan… Bagaimana mungkin pendukung di sekitarnya dapat melupakan atau menertawakan ini…,” tulis Cohen.

Para pejabat, ahli keamanan nasional, dan tokoh media Amerika juga menyatakan kekhawatiran terhadap tweet Trump itu yang dianggap gegabah dan mengerikan bagi seseorang yang memiliki kekuasaan atas ribuan senjata nuklir.

Sementara menurut pejabat dari partai Republik, Jim Himes (D-Conn.), pernyataan Trump ini dapat mengakibatkan salah pengertian yang fatal dengan Korut.

“[Perang] akan terjadi dalam waktu cepat,” kata Himes kepada CNN.

“Saya pikir presiden menganggap hal ini sebagai pertunjukkan kekuasaan,” lanjutnya. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL