Washington, LiputanIslam.com—Presiden AS Donald Trump mengatakan, dia memiliki “hak yang absolut” untuk memberi grasi kepada dirinya sendiri atas tuduhan bekerjasama dengan Rusia dalam pemilu presiden 2016 lalu.

Meskipun begitu, Trump bersikeras tidak melakukan kesalahan apapun, dan dengan begitu ia tak perlu mendapat grasi itu.

“Seperti yang telah dinyatakan beberapa ahli hukum, saya punya hak penuh untuk memberi GRASI kepada diri sendiri, tetapi untuk apa saya lakukan itu ketika saya tidak pernah melakukan kesalahan apapun?” tulisnya dan sebuah tweet pada Senin (4/5/18)

“Di saat yang sama, Perburuan Penyihir terus berlanjut dipimpin oleh 13 anggota Dmokrat (dan lainnya) yang pemarah dan berkonflik…,” lanjutnya.

Sebelumnya, pengacara Trump dan mantan walikota New York, Rudy ­Giuliani, mengatakan dalam wawancara TV bahwa Undang-Undang AS memberikan wewenang kepada presiden untuk mengampuni diri sendiri, meskipun itu tidak bijaksana untuk digunakan.

“Dia [Trump] tidak punya niat untuk mengampuni diri sendiri,” kata Giuliani kepada ABC News. “Tapi itu tidak berarti dia tidak bisa.”

Menurut peniliti asal Amerika, Walt Peretto, upaya apapun dari Donald Trump untuk memberi grasi kepada diri sendiri terkait tuduhan intervensi Rusia akan mengakibatkan “bencara hubungan publik” dan pemakzulan dari Kongres. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*