Washington, LiputanIslam.com—Presiden AS Donald Trump membantah rencana penggunaan model perundingan Libya untuk program denuklirisasi Korea Utara.

Selama ini, ketidakpercayaan Korut kepada AS diketahui berdasarkan ketakutan bahwa negara mereka akan diperlakukan seperti Libya.

Dalam rangka mengembalikan hubungan baik dengan Kim Jong-un seperti semula, Trump pada Kamis (17/8/18) menyatakan bahwa dia tidak sedang berusaha mengimplementasikan “model Libya” atas Korut.

Kim “akan mendapat perlindungan yang sangat kuat” katanya kepada wartawan.

“Dia akan tetap berada di negaranya dan memimpin negaranya,” tegasnya.

Pernyataan Trump ini bertentangan dengan pernyataan Penasehat Keamanan Nasional AS, John Bolton, yang sebelumnya mengatakan bahwa denuklirisasi Korut akan menggunakan cara yang sama seperti yang dilakukan AS dan sekutu kepada Libya pada 2003 silam.

Gadung Putih “sangat mempertimbangkan model Libya dari tahun 2003, 2004,” kata Bolton.

Seperti di Libya, AS akan menghancurkan semua senjata nuklir, kimia, dan senjata biologi yang kemungkinan dimiliki Korea Utara, tegas penasehat presiden yang baru diangkat itu.

Pada hari Selasa lalu, hubungan AS-Korut kembali memanas ketika pemerintah Kim Jong-un mengancam akan membatalkan pertemuan dengan Trump di Singapura pada 12 Juni. Sebabnya, Korut mempermasalahkan tuntutan AS untuk “meninggalkan nuklir secara sepihak.” (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*