Washington, LiputanIslam.com—Keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mengakui Yerusalem al-Quds sebagai ibukota Israel merupakan bukti bahwa dia adalah presiden Amerika “paling pro-Zionis” dalam sejarah. Demikian analisis dari penulis dan direktur attackthesystem.com, Keith Preston.

Pernyataan ini dikatakan Preston pada Rabu (6/12/17), tak lama setelah Trump mengumumkan bahwa ia akan memindahkan kedubes AS untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem al-Quds.

“Ini tidak mengejutkan bahwa Trump mengeluarkan pengumuman seperti itu,” kata Preston. “Satu hal yang harus diketahui tentang kebijakan luar negeri pemerintah Trump adalah bahwa pemerintah Trump sangat pro-Israel.”

“Pemerintah Trump… lebih pro-Zionis daripada pemerintahan sebelumnya, dan bisa dibilang pemerintah paling pro-Zionis dalam sejarah AS,” ujarnya.

Peston mencatat bahwa AS dan Israel berambisi menciptakan “kerajaan” Israel, dan maka dari itu kedua negara ini bertekad menghancurkan negara yang menentang rencana mereka.

“Kini seperti yang kita tahu Israel sangat ekspansionis…” katanya, dengan merujuk kepada aktivitas pemukiman ilegal yang terus berkembang di kawasan pendudukan Palestina.

Selain itu, menurut Preston, keputusan pemindahan kedubes ini adalah bagian dari rencana AS dalam memperkuat posisi mereka di Timur Tengah. Perjanjian senjata sebesar $110 milyar dengan Arab Saudi pada awal tahun ini juga merupakan bagian dari rencana yang sama.

Dengan mengklaim al-Quds sebagai kota yang “abadi dan tak dapat dibagi”, Israel mengambil paksa bagian timur kota ini  di mana terdapat sejumlah situs suci bagi umat Islam, Kristen, dan Yahudi. Tindakan aneksasi ini telah menyeleweng Resolusi 242 Dewan Keamanan PBB

Status final Yerusalem al-Quds adalah isu paling bermasalah dalam percakapan buntu antara pemerintah Palestina dan Israel. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL