Washington, LiputanIslam.com—Presiden AS Donald Trump menunjuk seorang pengusaha dan kontraktor militer milyarder, Stephen Feinberg, untuk menjabat di Badan Penasehat Intelijen yang mengawasi komunitas intelijen AS.

Feinberg adalah pendiri dan pemimpin eksekutif Cerberus Capital Management, sebuah perusahaan investasi yang menaungi kontraktor pertahanan DynCorp International, yang menyediakan jasa militer kepada Kementerian Luar Negeri AS.

The New York Times melaporkan pada Juli tahun lalu bahwa Feinberg dan Erik Prince, pendiri Blackwater, pernah dimintai oleh asisten presiden AS Steve Bannon dan Jared Kushner untuk mengirim pekerja sektor privat ke Afghanistan sebagai pengganti tentara AS.

Pada Maret 2017, Feinberg juga pernah bergabung dalam perjalanan Trump dan Menhan Jim Mattis untuk melihat kapal induk Gerald R. Ford terbaru di Virginia.

Feinberg dikabarkan akan dipertimbangkan untuk memimpin tim peninjau komunitas intelijen AS. Tim ini tidak memiliki otoritas hukum dan pengaruhnya naik dan turun sesuai kebijakan presiden masa masanya. Presiden Jimmy Carter pernah membubarkan tim ini sepenuhnya.

Feinberg, yang tidak memiliki pengalaman dalam badan intelijen pemerintah, merupakan orang pertama yang ditunjuk Trump dalam tim penasehat terbarunya.

Banyak pihak yang mengkritik penunjukan ini, salah satunya dari Senator Republik Susan Collins. Dia menyebut Feinberg tidak layak atas pekerjaan tersebut karena berstatus sebagai pemilik perusahaan ekuitas swasta dan tidak berpengalaman dalam pemerintah. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL