Washington, LiputanIslam.com—Presiden AS Donald Trump memperpanjang sanksi terhadap Rusia hingga satu tahun. Sanksi ini dulu dijatuhkan oleh mantan presiden Barack Obama pada Maret 2014, sebagai respon dari krisis politik di Ukraina.

Dalam sebuah surat yang berkenaan dengan Undang-Undang Keadaan Darurat Nasional, Trump memberitahu Kongres bahwa Gedung Putih akan terus memperlakukan situasi di Ukraina sebagai ancaman luar biasa atas keamanan nasional dan kebijakan luar negeri AS.

Pernyataan tersebut sama seperti yang disebutkan dalam Perintah Eksekutif 13660 Obama yang keluar pada 6 Maret 2014 silam.

AS secara perlahan memperbanyak daftar individu dan kelompok Rusia untuk dijatuhkan sanksi. Penambahan terakhir dilakukan pada Januari 2016, yang menargetkan 21 individu dan 9 perusahaan.

Sanksi ini berupa larangan perjalanan ke AS, larangan kerjasama bisnis dengan warga AS, termasuk kerjasama dengan layanan finansial, energi, dan industri pertahanan, serta larangan impor dan ekspor barang, jasa, dan teknologi.

Pasca kudeta Ukraina pada February 2014, Krimea mengadakan referendum kemerdekaan dan menyatakan bergabung dengan Rusia. Penggabungan tersebut diresmikan pada 18 Maret 2014. Namun, AS menuding Rusia melakukan invasi atas Ukraina dan menjajah Krimea secara illegal. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*