Washington, LiputanIslam.com—Presiden AS Donald Trump telah menandatangani perintah eksekutif yang melancarkan pembangunan pipa minyak di  Dakota.

Salah satu isi dalam perintah tersebut adalah penyaluran dana $3.8 milyar untuk konstruksi Dakota Access. Kebijakan tersebut menjadi hal utama yang diprotes oleh kelompok pribumi Amerika dan aktivis lingkungan pada tahun lalu.

Dipimpin oleh suku Standing Rock Sioux, lebih dari 100 kelompok pribumi Amerika bersama-sama menentang pipa minyak yang melewati 4 negara bagian yang dapat merusak situs suci dan sumber air mereka.

Pipa berjarak 1.770 km tersebut akan menyalurkan minyak mentah dari Bakken, Dakota Utara, ke kilang minyak di Pesisir Teluk  AS.

Trump sendiri mengatakan bahwa proyek tesebut akan menghasilkan “lapangan pekerjaan baru, 28.000  pekerja  konstruksi.”

“Saya berkeras bahwa jika kita mau membangun pipa di AS, pipa tersebut harus dibuat di dalam negeri,” katanya. “Kita akan menambahkan banyak pekerja… Kita akan membuat pipa sendiri seperti dahulu,”

Dalam kampanye menjelang pemilu presiden, Trump mencela kebijakan Barack Obama yang enggan memberi izin kepada proyek tersebut yang disebutnya memperlihatkan sikap anti-bisnis Partai Demokrat.

Pada tahun 2015 lalu, Obama sempat menolak pembangunan pipa Keystone yang menyalurkan minyak dari Alberta ke Teluk AS setelah diprotes selama tujuh tahun oleh aktivis lingkungan. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL