Washington, LiputanIslam.com—Presiden AS Donald Trump memperingatkan mantan direktur FBI yang baru dipecat, James Comey, agar tidak membocorkan apapun kepada media di tengah ramainya dugaan intervensi Rusia dalam pemilu presiden AS 2016.

“James Comey lebih baik berharap tidak ada rekaman pembicaraan kita [saya dan Comey] sebelum dia membeberkan hal apapun kepada media!” tulis Trump di akun Twitter-nya pada Jumat (12/05/2017).

Pernyataan ini dinilai sejumlah pihak memperlihatkan bahwa Trump diam-diam telah menaruh sebuah sistem perekam suara dalam pertemuan-pertemuan di Gedung Putih setelah 44 tahun sistem tersebut dicabut oleh oleh mantan presiden Richard Nixon.

Tweet ini keluar setelah kantor berita The New York Times mengeluarkan laporan bahwa  Trump melakukan pembicaraan makan malam privat dengan Comey dan meminta direktur FBI itu “loyal” terhadapnya.

Untuk merespon tweet Trump tersebut, Pejabat Partai Demokrat di House Intelligence Committee, Rep. Adam Schiff menuntut pemerintah agar memberikan semua isi rekaman Comey kepada Kongres AS.

Juru Bicara Gedung Putih, Sean Spicer, menolak mengklarifikasi masalah ini. “Saya sudah berbicara dengan presiden… Presiden tidak bersedia memberikan respon apa-apa.” katanya.

Trump memecat Comey pada Selasa lalu, dengan alasan bahwa “inilah saatnya memulai awal baru bagi institusi berharga pemerintah.”

Peringatan oleh Trump ini dikeluarkan setelah sang presiden diserang banyak kritikan mengenai pemecatan Comey. Sang mantan direktur disebutkan baru mengetahui pemecatannya lewat tayangan berita di televisi ketika dia sedang menghadiri pertemuan dengan agen FBI di Los Angeles.

Langkah Trump ini mengundang kecaman dari para pejabat AS. Mereka mempertanyakan pemilihan waktu pemecatan Comey di saat FBI sedang menginvestigasi dugaan intefensi Rusia. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL