Washington, LiputanIslam.com—Presiden AS Donald Trump mengatakan, pemimpin Arab Saudi dan sekutu-sekutu regional mereka telah memperingatkannya bahwa Qatar mendanai “ideologi radikal” ketika dia melakukan kunjungan ke Timur Tengah.

Komentar itu disampaikan Trump  pada Selasa (6/6/17) setelah adanya laporan bahwa Arab Saudi, UAE, Bahrain, Egypt, Libya, dan sejumlah negara lainnya memutus hubungan diplomatik dengan Qatar atas tuduhan bahwa pemerintah Doha mensponsori terorisme dan menghancurkan kawasan.

“Dalam kunjungan saya ke Timur Tengah kemarin, saya menyatakan bahwa tidak boleh ada lagi pendanaan untuk ideologi radikal. Para pemimpin [Arab] lalu menunjuk Qatar – lihat!,” tulis Trump dalam akun Twitter-nya.

Qatar telah menolak tuduhan tersebut, dengan menyebutnya tuduhan tanpa dasar. Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani mengatakan kepada kantor berita Al Jazeera pada Senin (5/7/16) lalu bahwa ketegangan yang terjadi adalah akibat dari pemalsuan informasi dari media Saudi.

Perpecahan antar negara Arab terjadi setelah Trump mengunjungi Arab Saudi pada bulan lalu, di mana dia menuduh Iran  melakukan intervensi dan penghancuran di tanah Arab.

Dalam kunjungan tersebut, Trump juga bertemu dengan Pemimpin Qatar, Emir Tamim bin Hamad Al Thani dan memperlihatkan hubungan baik dengan sang Emir.

“Kita telah berteman sejak lama, ya kan?… Hubungan kita sangat baik.” ujar  Trump dalam pertemuan tersebut. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL