Washington, LiputanIslam.com—Beberapa hari yang lalu, Presiden AS Donald Trump menyampaikan ide “mempersenjatai guru” untuk mencegah penembakan massal di sekolah-sekolah Amerika.

Demi meyakinkan orang-orang atas idenya itu, sang presiden pun baru-baru ini mengatakan bahwa para penyerang menyukai kawasan “bebas senjata”.

Dalam wawancara dengan Fox News pada Sabtu (24/2/18), Trump mengklaim bahwa “kawasan bebas senjata adalah seperti target latihan” bagi penyerang  massal.

Sang presiden ke-45 Negeri Paman Sam itu sangat gigih mempromosikan ide mempersenjatai guru pasca tragedi penembakan massal di sekolah di Parkland, Florida, yang menewaskan 17 orang itu.

“Jika mereka [para penyerang] pergi ke sebuah sekolah, sebuah kawasan bebas senjata adalah seperti target latihan bagi orang-orang ini… Kawasan bebas senjata sangat berbahaya. Orang-orang jahat suka kawasan bebas senjata…,” kata Trump dalam wawancara tersebut.

Sang presiden kemudian menyebut bahwa Nikolas Cruz, tersangka penembakan di Florida, tidak akan pernah memasuki sekolah itu jika dia tahu bahwa para guru di sana punya senjata.

“Dia tidak akan masuk ke bangunan itu jika dia berpikir bahwa ada peluru yang siap ditembakkan ke dirinya,” imbuhnya.

Penembakan massal sekolah Florida telah menimbulkan debat nasional mengenai kebutuhan untuk memperketat undang-undang senjata di AS.

Pihak penentang pengetatan UU senjata, yang salah satu diantaranya adalah Asosiasi Senapan Nasional (NRA), menuding tuntutan kontrol senjata ini disetir motivasi politik.

“Mereka benci NRA. Mereka benci Amendemen Kedua. Mereka benci kebebasan individual,” kata ketua NRA, Wayne LaPierre, dalam Conservative Political Action Conference pada Kamis. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL