Presiden AS, Donald Trump. Sumber: BBC

Washington,LiputanIslam.com—Sampai saat ini, Amerika Serikat masih menyiagakan pasukannya di Suriah. Stasiun televisi Suriah melaporkan pada Kamis (28/11) kemarin bahwa Amerika telah mengirimkan lusinan kendaraan militer tambahan di dekat ladang minyak Suriah, tepatnya di Provinsi Hasakah, Suriah Utara.

Presiden Amerika, Donald Trump, berharap Amerika Serikat bisa memperoleh uang jutaan dolar perbulan dari penjualan minyak Suriah di saat pasukan-pasukan AS masih berkeliaran di negara itu.

“Kami sedang menjaga minyak, ingat itu. Kami ingin menjaga minyak. $45 juta perbulan,” ucap Trump Minggu lalu.

Baca: Kehadiran Militer AS di Sekitar Ladang Minyak Surah akan Perburuk Situasi

Presiden Suriah, Bashar al-Assad, telah menentang kehadiran militer AS di negaranya dan menuduh Amerika hanya ingin mencuri minyak Suriah.

Sektor gas dan minyak Suriah adalah penghasilan penting bagi Suriah. Meskipun begitu, total penghasilan minyak Suriah terhitung kecil jika dibandingkan dengan negara-negara Arab lainnya. Pada 2018, minyak Suriah diperkirakan mencapai 2.6 milyar barel. Angkanya terpaut jauh jika dibandingkan dengan Arab Saudi yang mencapai 297 milyar barel, Iran 155 milyar, dan Irak 147 milyar.

Menurut laporan BBC, pusat-pusat minyak Suriah terletak di Provinsi Deir al-Zour dan Hasakah.

Sejak meletusnya konflik pada 2011 lalu, produksi minyak Suriah tumbang. Kontrol terhadap minyak dikuasai oleh organisasi non-pemerintah Suriah, seperti kelompok teroris Daesh dan para pejuang Kurdi. Saat ini, minyak Suriah dikuasai oleh Amerika Serikat. (fd/BBC)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*