Washington, LiputanIslam.com—Presiden AS Donald Trump mengaku tidak yakin dialog antara AS dan Korea Utara akan menghasilkan apapun, dan berpendapat konflik yang dihadapi “sangat mungkin” tidak akan selesai dengan damai.

“Saya akan duduk [untuk berdialog], tapi saya tidak yakin itu akan menyelesaikan masalah,” kata Trump dalam wawancara eksklusif dengan Reuters.

Pernyataan ini keluar tak lama setelah presiden ke-45 AS itu mengumumkan bahwa dia “benar-benar” bersedia berbicara lewat telepon dengan pemimpin Korut, Kim Jong-un, dengan syarat-syarat tertentu.

Ketegangan antara AS dan Korut meninggi secara dramatis sejak Januari tahun lalu, ketika kedua pemimpin negara ini saling mengancam menyerang satu sama lain secara militer.

Menurut anggota Kongres AS Tulsi Gabbard, kebijakan luar negeri Washington yang selalu memaksakan penggantian rezim di seluruh dunia yang menjadi penyebab menegangnya situasi dengan Korut.

“Kebijakan penggantian rezim merupakan alasan mengapa Korut melihat senjata nuklir sebagai satu-satunya alat pencegah dari serangan AS,” tulis Gabbard dalam sebuah tweet.

“Kim Jong-un melihat apa yang dilakukan AS kepada Qaddafi di Libya, Saddam Hussein di Irak, dan upaya mereka untuk merusak kesepakatan nuklir dengan Iran,” catat representasi partai Demokrat dari Hawai itu. (ra/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL