Washington, LiputanIslam.com—Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada Sabtu (17/11/18) bahwa pemerintahnya akan melaporkan pelaku pembunuhan jurnalis  Jamal Khashoggi “dalam dua hari ke depan.”

Laporan lengkap tentang pelaku ini akan selesai pada hari Senin atau Selasa depan, demikian kata sang presiden kepada wartawan di Malibu, California, ketika sedang meninjau situasi setelah kejadian kebakaran liar di kota itu.

Pembunuhan Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul pada bulan lalu itu telah memperkeruh hubungan Washington dan Riyadh.

CIA telah menyimpulkan bahwa Pangeran Saudi Mohammed bin Salman merupakan dalang yang memerintahkan pembunuhan ini. Presiden Trump sendiri sudah mengetahui bukti-bukti  keterlibatan sang pangeran dalam kasus ini, namun menurut asistennya, ia secara pribadi masih skeptis.

Trump dilaporkan berupaya menghindari pelemparan kesalahan kepada Bin Salman atas skandal memalukan ini. Sebab, kasus ini telah menciptakan dilema diplomatik bagi Washington tentang bagaimana menghukum Riyadh namun di saat yang sama tetap mempertahankan hubungan yang kuat sebagai sekutu di Timur Tengah.

Menurut laporan, Trump telah berbicara dengan Direktur CIA Gina Haspel dan Menteri Luar Negeri, Mike Pompeo, tentang keterlibatan Bin Salman.

Jubir Departemen Luar Negeri AS, Heather Nauert, pada hari Sabtu lalu memberitahukan bahwa pemerintah masih belum mengeluarkan “kesimpulan final.”

“Laporan media akhir-akhir ini tentang pemerintah AS yang telah membuat kesimpulan final [tentang Khashoggi] adalah laporan yang keliru,”  kata Nauert.

“Masih banyak pertanyaan yang tidak terjawab terkait pembunuhan Mr. Khashoggi. Departemen Luar Negeri akan terus mencari semua fakta yang relevan. Sementara itu, kami akan terus berkonsultasi dengan Kongres, dan bekerjasama dengan negara lain untuk menangkap para pelaku pembunuhan Jamal Khashoggi,” paparnya. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*