israeli-settlerYerusalem, LiputanIslam.com– Tel Aviv berencana akan membangun lebih dari 30.000 unit rumah baru di Yerusalem setelah Donald Trump mulai menjabat menjadi presiden pada Januari 2017.

Berdarkan informasi dari sebuah kantor berita Israel, proyek ini dilakukan karena Trump tidak percaya bahwa pemukiman yang dibangun rezim Zionis di kawasan Palestina itu adalah ilegal. Selama kampanyenya, Trump mengatakan ia akan melihat Yerusalem sebagai ibukota Israel jika ia memenangi pemilu.

Meir Turgeman, seorang kepala Komite Perencanaan dan Konstruksi Israel, mengatakan bahwa beberapa pembangunan rumah di sejumlah titik dihentikan selama 2 tahun terakhir akibat tekanan dari komunitas  internasional.

“Kini setelah Trump menang, saya harap ia akan menetapkan Yerusalem sebagai prioritas… Semua rencana pembangunan di Givat Hamatos, Gilo, Ramat Shlomo, telah dihentikan setidaknya selama dua tahun,” katanya.

Berdasarkan rencana, 15.000 rumah akan dibangun di bandara Jerusalem-Qalandiya, beberapa ribu di kawasan industri Qalandiya (Atarot), dan ribuan lainnya di kawasan Ramot dan Gilo.

Pembangunan besar-besaran ini dijalankan setelah Komite Kementerian Israel pada bulan ini mengesahkan undang-undang pelegalan pembangunan di tanah milik orang Palestina.  (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL