Washington, LiputanIslam.com–Presiden Donald Trump menyampaikan ide bahwa pemberian senjata kepada guru dan petugas sekolah dapat mencegah penembakan massal di masa depan.

Hal ini ia katakan dalam pertemuan dengan korban selamat penembakan sekolah Florida yang menuntut solusi atas keamanan sekolah dan penggunaan senjata api kepada sang presiden.

“Jika kalian punya guru yang mahir memakai pistol, mereka dapat mencegah serangan dengan sangat cepat… Dan kami akan mempertimbangkan [pemberian pistol kepada guru] dengan kuat…, saya pikir banyak orang akan menyukainya,” kata Trump dalam ‘sesi dengar pendapat’ di Gedung Putih pada Rabu (21/2/18) yang dihadiri oleh sejumlah siswa sekolah Florida.

Meski proposal kontroversial Trump itu masih harus didiskusikan ulang, sangat presiden mengatakan bahwa praktik seperti itu memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi di dalam pesawat udara. Perwira Udara Federal Rahasia AS membawa senjata di banyak penerbangan AS.

Maka, Trump dengan cara tertentu memperkirakan bahwa hanya dengan 20 persen guru dan petugas sekolah diberikan senjata api akan mencegah potensi serangan di sekolah secara efektif.

“Serangan terjadi selama sekitar tiga menit. Sementara polisi butuh 5-8 menit untuk mendatangi sekolah,” jelasnya.

“Kalian akan memiliki banyak orang yang dipersenjatai, yang selalu siap [jika terjadi serangan],” lanjutnya.

Meskipun begitu, tampaknya tidak semua orang menerima ide Trump tentang mempersenjatai guru. Mark Barden, ayah dari salah satu korban penembakan massal di sekolah Sandy Hook, Connecticut, 2012, menilai bahwa penjahat manapun “tidak akan peduli jika ada seseorang di sekolah yang punya pistol” dan akan tetap menyerang sekolah itu. (ra/rt)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*