Washington, LiputanIslam.com—Presiden AS Donald Trump menyarankan bahwa beberapa Muslim harus di eksekusi dengan ‘peluru yang dicelupkan ke darah babi’, pasca serangan teror Barcelona, Spanyol, beberapa waktu lalu.

“Pelajari apa yang dilakukan Jenderal Pershing AS kepada teroris yang ditangkap,” tulis Trump di akun Twitter-nya pada Kamis (17/8/17) siang. “[Saat itu] tidak ada Islam Radikal  selama 35 tahun!”

Kicauan Trump itu merujuk kepada kisah yang diragukan tentang Jenderal Militer AS John Pershing yang menangani tahanan Muslim selama Pemberontakan Moro (1899–1913) di Filipina. Pemberontakan tersebut adalah konflik bersenjata antara Muslim dan militer AS.

Selama kampanye 2016, Trump sudah sering mengisahkan bagaimana Pershing membuat tahanan Muslim Moro di Filipina dieksekusi dengan cara yang menjijikkan.

Dalam pidatonya di Charleston pada Februari tahun lalu, Trump mengatakan Jenderal Pershing “menggunakan 50 peluru dan mencelupkannya ke darah babi.”

“Dia membariskan 50 orang, dan menembak 49 dari mereka. Dan kepada orang ke-50, dia bilang, ‘Kamu kembali ke tempat asalmu dan katakan kepada mereka apa yang terjadi.’ Dan selama 25 tahun tidak ada masalah [terorisme],” ujar Trump.

Sejumlah ahli sejarah AS meragukan kisah ini, meski ada juga meyakini Pershing menggunakan peluru yang dicelupkan ke darah babi.

Pernyataan kontroversial ini dibuat Trump setelah insiden serangan di Barcelona. Setidaknya 13 orang tewas dan 80 terluka setelah sebuah van menabrak kerumuman orang di kota Spanyol itu. (ra/presstv)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL