Washington, LiputanIslam.com–Angkatan Laut AS pada Jumat lalu menyerang pangkalan udara al-Shayrat milik tentara Suriah. Untuk itu,  Presiden Donald Trump pada hari Minggu (9/4) mengucapkan terimakasih kepada komandan kapal perang AS, Russell Caldwell dan Andria Slough serta seluruh tentara Angkatan Laut atas “profesionalisme dan respon cepat” mereka.

Trump juga memuji militer Angkatan Laut AS dengan sebutan “Laki-laki dan perempuan hebat yang merepresentasikan AS dan dunia dalam serangan ke Suriah.”

AS mengklaim bahwa serangan tersebut berhasil, namun pemerintah Suriah dan Rusia justru meragukan hal itu.

Menteri Pertahanan Rusia mencatat, AS hanya bisa meluncurkan 23 rudal ke pangkalan udara Suriah dan sisanya meleset dari target. Hal itu sangat merugikan militer AS, karena berdasarkan informasi dari Pentagon, tiap rudal Tomahawk diperkirakan memakan biaya lebih dari $ 1,8 juta.

Serangan tersebut tampaknya tidak banyak merusak pangkalan udara Suriah, yang diisi dengan lebih dari 450 jet tempur Rusia, termasuk pesawat militer Mig-23, Mig-25, dan Mig-29.

Serangan tersebut dilakukan setelah banyaknya kemenangan yang dibuat oleh tentara Suriah melawan kelompok-kelompok teroris. Sehari setelah serangan, Suriah malah kembali menggunakan pangkalan udara tersebut untuk meluncurkan serangan udara baru kepada para teroris di berbagai wilayah. (AL/PressTV)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL